Karhutla di Batam Melonjak, 27 Kasus Terjadi Awal 2026

karhutla di kawasan bandara batam
Personel Satbrimob Polda Kepri padamkan karhutla di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: Humas Polda Kepri

BATAM (gokepri) – Karhutla di Kota Batam melonjak pada awal 2026. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) mencatat 27 kasus dari 47 kebakaran hingga 5 Februari, lebih dari dua kali lipat dibanding periode sama tahun lalu.

Data Damkar menunjukkan sebagian besar kebakaran terjadi di lahan kosong, semak belukar, dan kawasan hutan yang mengering. Kondisi cuaca panas dan hembusan angin mempercepat rambatan api di sejumlah lokasi.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Damkar Batam Andi M. Yusuf menyebut lahan kering dan semak menjadi titik paling rawan kebakaran sepanjang awal tahun ini.

Baca Juga: Kebakaran Hutan Lindung Batu Aji, Asap Menyebar hingga Permukiman

“Lahan kering dan semak belukar menjadi zona paling rawan,” kata Andi, Senin 10 Februari 2026.

Selain karhutla, Damkar juga mencatat 10 kejadian kebakaran akibat tumpukan sampah dan ban bekas. Sementara kebakaran lain meliputi rumah, kios, gudang, serta fasilitas umum.

Secara wilayah, Kecamatan Batam Kota menjadi daerah paling terdampak dengan 16 kasus karhutla. Kecamatan Nongsa menyusul dengan delapan kasus.

Damkar Batam mengingatkan warga agar tidak membakar lahan dan menjaga area kering tetap aman dari sumber api, termasuk sampah dan material mudah terbakar.

Warga juga diminta segera menghubungi Call Centre 112 saat melihat tanda kebakaran agar petugas dapat bergerak cepat dan mencegah api meluas.

Menurut Andi, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi memicu kebakaran lahan dan hutan.

“Kesadaran bersama dapat menekan risiko kebakaran yang berdampak serius bagi lingkungan dan aktivitas ekonomi warga,” ujarnya. BISNIS.COM

Baca Juga: Sepanjang Oktober Karhutla di Bintan Utara Seluas 27,5 Hektare

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait