Batam (gokepri) – Pulau Buluh membutuhkan petugas kebersihan dan kapal pengangkut sampah untuk membersihkan lingkungan. Hal itu diungkap Lurah Kelurahan Pulau Buluh, Muhammad Arpin. Ia menyampaikan Pulau Buluh tidak memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Tak ada (TPA). Harapannya ada kapal pengangkut sampah untuk angkut sampah ke Punggur sekaligus tim petugas kebersihannya,” kata Arpin setelah aksi World Cleanup Day di Pulau Buluh, Sabtu (16/9/2023).
Selain itu, sampah kiriman dari luar juga mengotori Pulau Buluh. Menyiasati sampah kiriman itu, Kelurahan memasang jaring perangkap di bawah rumah panggung warga. Lurah Arpin juga selalu berkoodinasi terlebih dahulu dengan Camat Bulang Muhammad Ramadhan Zuhri tentang semua kegiatan gotong royong.
Baca Juga: Aksi World Cleanup Day di Pulau Buluh Batam, Relawan Bersih-Bersih 940 Kg Sampah
“Karena upaya yang telah saya buat, ini kan karena sampah ini sampah kiriman. Saya sudah coba di RT 9 saya pakai jaring, saya pagari di bawah rumah warga itu untuk mengantisipasi sampah dari luar, sampah dari dalam tidak sebanyak dari luar,” kata Arpin.
Setelah jaring dipasang, sampah kiriman dapat dibendung dan mudah dibersihkan. Namun demikian, hal ini masih belum optimal. Arpin juga mengajak masyarakat untuk lebih sadar dengan lingkungan tempat tinggalnya.
“Alhamdulillah wilayah itu (sampah) sudah mulai terbendung dan tak bisa masuk ke atas,” ungkapnya.
Arpin juga menyampaikan kelurahan bersama masyarakat juga rutin melakukan gontong royong membersihkan lingkungan di hari Jumat dan Minggu. Ia menyebut pihaknya telah mengadakan drum besi sebagai penampungan sampah sementara dan mulai mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah plastik.
“(Sementara) sampah itu kami bakar di drum besi dan kita udah mulai memisahkan sampah plastik. Kalau dari SD, SMP dan SMA sudah berjalan memilah,” kata Arfpin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi







