PT Sumber Marine Shipyard Batam Bangun Dua Kapal Semen Nasional

Galangan kapal shipyard batam

Batam (gokepri.com) – PT Sumber Marine Shipyard, perusahaan galangan kapal berbasis di Batam, Kepulauan Riau, membangun dua unit kapal PB Cement Carrier berkapasitas 4.500 Dead Weight Tonnage. Kapal ini merupakan pesanan perusahaan pelayaran nasional PT Andalas Bahtera Baruna.

Kedua kapal tersebut diestimasi dibangun selama 12 hingga 15 bulan dengan menggunakan kandungan lokal sebesar-besarnya serta dibangun oleh 100 persen sumber daya manusia Indonesia.

“Kami bersyukur mendapatkan kepercayaan kembali untuk membangun kapal semen ketiga dan keempat dari PT Andalas Bahtera Baruna,” kata Direktur PT Sumber Marine Shipyard Ronnie Kristanto, Selasa (11/5/2021).

Kedua kapal ini adalah sister ship. Spesifikasi kapal adalah Panjang 98 meter, lebar 18,20 M dan draf 4,80 M. Kapal didesign dengan mengandalkan sumber daya manusia Indonesia dan dengan mempertimbangkan secara detail rencana dan kebutuhan operasi nantinya sesuai regulasi internasional dan Pemerintah.

Ronnie menjelaskan, realisasi pembangunan kapal semen ini menjadi bukti nyata bahwa galangan kapal nasional telah mampu memenuhi kebutuhan kapal angkut semen dalam negeri. Khususnya kapal angkut semen dengan kapasitas di bawah 10.000 DWT.

“Oleh karena itu, seyogyanya, kapal angkut semen dengan tipe dan ukuran dibawah 10.000 DWT, dapat diprioritaskan pengadaannya melalui pembangunan kapal baru pada galangan dalam negeri dan membatasi impor,” katanya.

Sementara itu Direktorat Perkapalan dan Kepelautan terus mendorong kolaborasi antara perusahaan galangan kapal nasional dengan perusahaan pelayaran nasional. Terutama dalam rangka penyediaan kebutuhan kapal dalam negeri melalui pembangunan kapal pada galangan kapal domestik.

“Kolaborasi tersebut sangat dibutuhkan terutama untuk meningkatkan kegiatan pembangunan kapal di dalam negeri dan memenuhi kebutuhan kapal-kapal berbendera Indonesia. Sebab, sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia masih membutuhkan kapal dalam jumlah yang tidak sedikit,” jelas Direktur Perkapalan dan Kepelautan Capt. Hermanta melalui keterangan tertulisnya.

Ia mengungkapkan selama ini kebutuhan-kebutuhan kapal tersebut sebagian telah dipenuhi oleh negara secara bertahap melalui pembangunan kapal baru. Khususnya untuk angkutan perintis, tetapi tidak untuk angkutan komersial.

“Kita di Indonesia masih butuh kapal-kapal seperti kapal kontainer, kapal general cargo, tug and barge, bulk carrier, kapal angkut semen, cemical, kapal oil and gas bahkan kapal-kapal offshore. Apalagi, sebagian kapal berbendera Merah Putih sudah waktunya untuk diremajakan sehingga kebutuhan akan kapal selalu meningkat,” ungkapnya.

Ads bp batam 2026 baru

Baca juga: Pekerja Marcopolo Shipyard Tewas Terjatuh di Tempat Kerja

Oleh karena itu, Ditjen Hubla Kemenhub selalu mendorong terjadinya kolaborasi pelayaran dan galangan kapal nasional. Dengan cara kolaborasi tersebut, sektor maritim Indonesia dapat lebih cepat berkembang bahkan akan mendukung terwujudnya Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. (wan)

Pos terkait