Progres Keuangan Syariah Membaik Selama 2020

Keuangan syariah membaik

Jakarta (gokepri.com) – Sepanjang tahun 2020, Indonesia menjadi salah satu negara dengan progres terbaik dalam hal ekonomi dan keuangan Syariah. Refinitiv Islamic Finance Development Report 2020 menempatkan Indonesia ranking ke-2 secara global sebagai “The Most developed countries in Islamic Finance”. Sedangkan Global Islamic Economy Indicator 2020/2021 mencatat Indonesia ranking ke-4 global untuk ekonomi syariah dan peringkat ke-6 keuangan syariah.

“Peran sektor jasa keuangan menjadi sangat krusial sebagai katalis penggerak dalam memulihkan perekonomian kita. Termasuk tentunya peran dari sektor ekonomi dan keuangan syariah,” kata mantan Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah Wimboh dalam pembukaan Munas, Sabtu (23/01/2021).

Penilaian lembaga internasional itu menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Antara lain pertama, sebagai negara dengan 87% atau setara 230 juta penduduk muslim. Indonesia memiliki potensi pengembangan ekonomi dan industri keuangan syariah yang sangat besar.

Kedua, pertumbuhan ekonomi syariah yang tinggi. Pada tahun 2019, pertumbuhan ekonomi syariah tercatat sebesar 5,72%. Lebih tinggi dibanding pertumbuhan PDB nasional.

Ketiga, semakin meningkatnya industri halal Indonesia. Pada 2020, nilai perdagangan industri halal Indonesia dari makanan, kosmetik dan obat-obatan, mencapai US$3 miliar dan dalam tren meningkat.

Nah, ada pula tantangan yang harus diurai. Antara lain market share industri jasa keuangan syariah relatif masih rendah. Yaitu sebesar 9,90% dari total aset nasional.

Begitu pula masih rendahnya literasi keuangansyariahmasih sebesar 8,93% sedangkan indeks nasional sebesar 38,03%. Sementara itu, indeks inklusi keuangan syariah yang sebesar 9,1% juga masih jauh tertinggal dibandingkan indeks nasional sebesar 76,19%.

Baca juga: Munas Pilih Erick Thohir Jadi Ketua Umum MES

Tantangan berikutnya adalah diferensiasi model bisnis/produk syariah juga masih terbatas. Sehingga diperlukan inovasi dan kreativitas pelaku industri jasa keuangan syariah.

Begitu pula dengan adopsi teknologi untuk mengikuti perkembangan teknologi yang semakin cepat dan dinamis. Industri ini juga SDM dengan ekspertis di bidang ekonomi dan keuangan syariah untuk mengikuti berbagai dinamika. (wan)

BAGIKAN