Posisi Hilal di Tanjungpinang Tak Terlihat, Kemenang Sebut Tertutup Awan

posisi hilal di tanjungpinang
Pemantauan hilal untuk awal Ramadan di Pantai Setumu, Tanjungpinang, Minggu (10/3/2024). Foto: Gokepri.com/Engesti

Tanjungpinang (gokepri.com) – Kementerian Agama (Kemenag) wilayah Kepulauan Riau menyebut hilal tidak terlihat di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, Kota Tanjungpinang. Hasil pemantauan bersama BMKG ketinggian hilal hanya 0.6005 derajat.

Pemantauan hilal dilaksanakan di Pantai Setumu, kota Tanjungpinang, Minggu 10 Maret 2024 hingga pukul 19.00 WIB.

Kepala Kantor Wilayah Kemenang Kepri Mahbub Dariyanto mengatakan, ketinggalan hilal saat ini baru mencapai 0.6005 derajat. Hal ini disebabkan karena kondisi cuaca di Kepulauan Riau yang kurang baik.

HBRL

Baca Juga: Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 10 Maret 2024

“Karena cuaca jadi tidak bisa terlihat. Kondisinya mendung,” kata dia, Minggu 10 Maret 2024.

Menurutnya, posisi hilal yang ideal harus berada di atas 3 derajat. Hal ini berdasarkan hasil kesepakatan Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Meski begitu, apapun hasil pantau hilal hari ini akan tetap dilaporkan kepada kementerian Agama RI. Jika tidak terlihat maka bulan Ramadan 1445 Hijriah akan jatuh pada tanggal 12 Maret 2024.

“134 titik seluruh Indonesia dengan melihat bulan apakah sudah menujukan tinggi hilal yang dilihat kasat mata atau menggunakan alat. Hasil pemantauan ini akan diumumkan kementerian. Jika tidak terlihat maka bulan puasa bakal jatuh pada 12 Maret,” kata dia.

Ia juga mengajak, masyarakat agar memperkuat toleransi dan menjaga ukhuwah sesama muslim jika memang terjadi perbedaan pelaksanaan awal Ramadan.

“Meski ada perbedaan kita harus bertoleransi menjaga ukuwah semua muslim,” kata dia

Ketua BMKG Tanjungpinang Kosasi mengatakan, pemantauan berada pada titik kordinat 1.61 derajat dan fraksi ilmunnasi 1 persen. Menurutnya dengan melihat waktu proses bulan baru, maka posisinya kurang dari 3 persen.

“Ketinggian hilal itu kan 3 derajat, nah ini di bawah,” kata dia.

Ia juga menyebut, kondisi cuaca pada saat pemantauan hilal kurang baik. Cuaca pada tanggal 10 Maret 2024 dari siang ke sore 67 persen hujan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait