Polemik PRSI Batam dan Tiga Atlet Renang

PRSI Batam
Atlet renang Kontingen Batam yang meraih medali pada gelaran Porprov Kepri V 2022. Foto: PRSI Batam

BATAM (GoKepri.com) – Pengurus Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Batam berpolemik dengan tiga atletnya. Pengurus dituding bersikap tidak adil karena mencoret nama atlet tersebut sebelum perhelatan Porprov V. Dibantah oleh Plt Ketua PRSI Ryan Agung Pambudi.

Ryan buka suara setelah orang tua dari tiga atlet yang namanya dicoret membeberkan apa yang dialami anaknya. Ia menyatakan ketiga atlet itu murni tak mengikuti proses seleksi yang telah dijadwalkan pada Oktober lalu. Tiga atlet tersebut yakni Jovando Marchelo Wiranza, Louis Ferio dan Kelby Giovanni

Ketiga atlet itu, lanjut Ryan, tak dapat mengikuti seleksi karena sakit. Namun, pihak panitia seleksi menemukan fakta lain bawah atlet tersebut sedang mengikuti perlombaan di Bekasi.

HBRL

“Intinya mereka tidak mengikuti seleksi yang sudah dijadwalkan. Sesuai dengan aturan yang ada, maka apa yang kami lakukan sudah sesuai. Selain itu, ada alasan sakit dari mereka, namun kami mengetahui bahwa yang bersangkutan ikut lomba di Bekasi saat proses seleksi. Jadi yang sakitnya di mana,” kata dia Ryan saat dihubungi, Selasa 15 November 2022.

Ia menyatakan pernyataan yang disampaikan oleh wali atlet tak sesuai dengan fakta yang ada. Pihak wali atlet juga meminta untuk melakukan seleksi ulang yang terkesan memaksa walau kontingen cabor renang sudah terbentuk.

Baca Juga: Dijuluki Ratu Renang dan Bercita-Cita Tampil di Sea Games, Tay Lee Joong Borong Medali Emas untuk Batam

“Setelah seleksi selesai dan tim sudah diberikan SK, mereka meminta seleksi diulang kembali. Hal yang tidak mungkin dilakukan,” sambung Ryan.

Selain itu, pelatih renang Sky Swimming juga meminta untuk dijadikan pelatih kepala dari tim renang. Padahal pelatih tersebut tak memiliki kreteria cukup. “Pelatih renangnya juga minta diangkat jadi pelatih kepala tim renang, itu kan tidak mungkin juga,” kata dia.

Meski ketiga atlet itu tak membela Batam Namun, tim renang Kota Batam mampu menyumbang 11 medali emas, 10 perak, dan 5 perunggu. Perolehan medali ini, diakui Ryan melebihi target yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Sebenarnya kami hanya menargetkan agar perolehan medali sama dengan Porprov ke-IV di tahun 2018 lalu. Namun Alhamdulillah ternyata teman-teman sangat berjuang di Porprov di Bintan kemarin,” kata dia membela.

Diberitakan, pagelaran Porprov Kepri V 2022 menyisakan cerita dari atlet renang yang merasa dibuang oleh kontingen Batam.

Ada tiga atlet asal kota Batam yakni Jovando Marchelo Wiranza, Louis Ferio dan Kelby Giovanni yang namanya dicoret dari kontingen Batam meski mereka adalah warga kota ini. Ketiganya akhirnya direkrut Kontigen Natuna dengan rekomendasi dari KONI.

Meski tak dipakai di daerah asal, ketiga atlet itu meraih prestasi dengan menyumbang 2 emas, 2 perak dan 1 perunggu untuk Natuna.

“Mereka ini atlet terbuang. Tak dipakai di Batam dan sekarang mereka sukses mencetak prestasi untuk daerah lain,” kata Wiranto Ayah Jovando Marchelo Wiranza peraih emas pada Porprov 2022 saat ditemui di bilangan Batam Center Senin 14 November 2022.

Tak cukup sampai disitu, ketiga atlet ini juga menggunakan biaya pribadi untuk mengikuti ajang olahraga tahunan itu. “Sudah lah pakai biaya sendiri. Sama atlet Batam diprotes lagi saat taklimat (TM). Kalau udah tak dipakai kenapa pas ajang itu malah protes,” kata dia.

Ia menilai ada permainan saat proses seleksi alias atlet titipan. Pihaknya juga mengaku kecewa dengan pengcab pusat yang tak dapat melihat atlet yang berprestasi dengan yang biasa-biasa saja. “Anak-anak ini ingin membela Batam malah tak dihargai. Natuna dapat durian jatuh. Saya berharap KONI bisa melihat ini,” kata dia. Wiranto berharap, kejadian seperti ini tak terulang kembali agar atlet di Kepri mempunyai masa depan yang cerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait