Batam (gokepri.com) – Polresta Barelang tengah menyelidiki kelangkaan elpiji 3 kilogram yang terjadi di Batam dalam beberapa minggu terakhir. Satreskrim Polresta Barelang telah mengerahkan tim untuk menelusuri penyebab kelangkaan ini.
Kepala Satuan Reskrim Polresta Barelang, AKP Giadi Nugraha mengatakan timnya telah turun ke lapangan untuk mengumpulkan informasi dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mencari solusi.
“Saat ini, kami tengah melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Semua langkah sedang berjalan,” ujar Giadi, Selasa 17 September 2024.
Baca Juga: Operasi Pasar dan Distribusi ke Pangkalan, Pasokan Elpiji 3 Kg Segera Normal
Pihaknya juga sedang mengumpulkan data serta informasi untuk menentukan apakah peristiwa ini terkait dengan dugaan tindak pidana yang dapat diproses lebih lanjut.
Kelangkaan elpiji 3 kilogram telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Beberapa wilayah seperti Taman Raya dan Bengkong mengalami kesulitan mendapatkan gas bersubsidi ini. Bahkan, di sejumlah daerah harga tabung elpiji melonjak hingga Rp40 ribu, jauh di atas harga normal Rp21 ribu per tabung.
Pihak Polresta Barelang dan Disperindag berkomitmen untuk terus memantau situasi ini dan memastikan penyaluran elpiji 3 kilogram berjalan lancar serta tepat sasaran.
Menanggapi kondisi ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam bersama Pertamina Patra Niaga Kepri telah melakukan operasi pasar di beberapa wilayah yang terdampak kelangkaan, seperti Botania dan Bengkong.
Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab kelangkaan ini adalah penggunaan elpiji bersubsidi oleh pelaku usaha menengah, seperti laundry dan usaha lain yang seharusnya menggunakan elpiji nonsubsidi. Hal ini diduga menjadi faktor yang mempercepat habisnya stok di pangkalan.
“Kami menemukan pelaku usaha seperti laundry menggunakan elpiji bersubsidi untuk operasional. Ini salah satu penyebab kekosongan stok,” jelas Gustian.
Sebagai langkah lanjutan, Disperindag telah mengeluarkan surat peringatan kepada pelaku usaha yang menggunakan elpiji subsidi secara tidak tepat, dan menghimbau mereka untuk beralih ke elpiji nonsubsidi. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









