SEOUL (gokepri.com) -Pesawat penumpang Korea Selatan Jeju Air mengalami kecelakaan, Minggu (29/12/2024). Kecelakaan terjadi pada pukul 9.07 pagi waktu setempat ketika pesawat Jeju Air keluar dari landasan pacu saat mendarat dan menabrak pagar di Bandara Internasional Muan yang berjarak sekitar 288 km barat daya Seoul.
Tim pemadam kebakaran setempat mengatakan pesawat tersebut diduga menabrak kawanan burung ketika mendarat. Kobaran api awal berhasil dipadamkan, dan penyelidikan sedang berlangsung untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan.
Informasi terbaru dari Yonhap News Agency, jumlah korban jiwa dalam kecelakaan tersebut sebanyak 120 orang. Seorang penumpang dan seorang awak ditemukan selamat di bagian ekor pesawat, sementara upaya penyelamatan terus dilakukan. Pesawat itu diketahui membawa 180 orang termasuk enam awak pesawat.
Baca Juga: Lion Group dan Jeju Air Akan Layani Penerbangan Batam-Incheon
Kantor berita tersebut mengatakan saat ini otoritas setempat masih memastikan angka kematian dalam inisiden tersebut. Jumlah korban kemungkinan besar akan terus bertambah.
Mayoritas penumpang adalah warga Korea Selatan, dengan tambahan dua warga negara Thailand. Seorang pejabat bandara mengatakan bahwa prioritas utama otoritas adalah menyelamatkan mereka yang masih terjebak di reruntuhan pesawat.
Presiden sementara Korea Selatan, Choi Sung-mok, memerintahkan upaya penyelamatan maksimal sebagai respons atas kecelakaan ini.
Choi, yang saat ini memimpin sementara di tengah krisis politik, mengadakan pertemuan darurat untuk mengawasi tanggapan terhadap insiden tersebut.
Pihak Maskapai Jeju Air menyatakan sedang melakukan verifikasi terkait laporan kecelakaan tersebut. Kecelakaan ini menjadi salah satu insiden penerbangan paling mematikan di Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI mengatakan sejauh ini, tidak ada penumpang warga negara Indonesia (WNI) dalam pesawat Jeju Air yang mengalami kecelakaan tersebut.
Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu Judha Nugraha mengatakan pemerintah dan Kedutaan Besar RI di Seoul terus memantau perkembangan terkait musibah itu.
Sumber: Sputnik/ANTARA/Anadolu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








