BATAM (gokepri.com) – Pertamina mengadakan sosialisasi mengenai program pembelian bahan bakar Pertalite menggunakan QR Code di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Area Manager Communication, Relation and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Susanto August Satria mengatakan, program ini merupakan upaya Pertamina untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam penjualan bahan bakar serta memanfaatkan teknologi digital dalam transaksi harian.
“Pendaftaran bisa dilakukan di mana saja melalui aplikasi My Pertamina atau mengakses https://subsiditepat.mypertamina.id/login. Kalau ada kendala masyarakat dapat menghubungi call center 135, atau datang langsung ke booth program subsidi tepat sasaran yang ada di SPBU Pertamina,” kata dia, Senin 29 Juli 2024.
Baca Juga: 27.020 Kendaraan Terdaftar Program Subsidi Pertalite di Kepri
Sejauh ini Pertamina Patra Niaga mencatat sudah ada 28.244 kendaraan di Kepulauan Riau yang terdaftar untuk mendapatkan pertalite bersubsidi. Di Kepri ada 53 posko yang melayani pelanggan apabila kesulitan dalam mendaftar, untuk Batam terdapat 37 posko.
“Ini sangat memudahkan sebenarnya. Jadi BBM itu bisa tepat sasaran,” kata dia.
Dalam penjelasannya, Satria menuturkan saat ini di Kepri sudah terdapat 168 ribu kendaraan yang menunggu verifikasi, dan belum ada kendaraan yang ditolak.
“Kami berharap dengan adanya pendataan ini, ketersediaan Pertalite untuk masyarakat yang membutuhkan bisa lebih terjamin. Program ini juga bertujuan untuk menghindari penyelewengan subsidi BBM dan memastikan subsidi tepat sasaran,” tambah Satria.

Ia menyebut, tahap pendataan masih berlangsung, dan tidak ada pembatasan jumlah pembelian Pertalite bagi konsumen yang sudah mendaftar.
Mulai 1 Oktober, Pertamina akan melayani pengisian bahan bakar untuk kendaraan yang memiliki QR Code.
“Kendaraan yang tidak terdaftar tetap kami layani, hanya saja kami harapkan per tanggal 1 Oktober nanti kendaraan yang melakukan pengisian kendaraan sudah memiliki QR Code, tanpa adanya pembatasan jumlah liter,” tambahnya.
Meski tidak ada pembatasan jumlah liter yang bisa dibeli, diharapkan konsumen membeli dalam jumlah wajar sesuai dengan kapasitas tangki kendaraan mereka.
Sementara itu Sales Branch Manager Rayon II Area Kepri, Gilang Hisyam meyampaikan manfaat dari pendaftaran ini untuk memastikan ketersediaan Pertalite bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Program ini juga bertujuan untuk menghindari penyelewengan subsidi BBM dan memastikan subsidi tepat sasaran,” kata Gilang.
Dengan penyaluran yang tepat, ia mengatakan pemerintah dapat mengalokasikan anggaran subsidi untuk kebutuhan masyarakat lainnya yang lebih penting.
Ditanya mengenai apakah kendaraan plat luar Kepri bisa mendaftar untuk mengikuti program ini, ia mengiyakan. “Bagi kendaraan dengan plat nomor luar Kepri, pendaftaran tetap bisa dilakukan asalkan kendaraan dan STNK-nya ada,” papar Gilang.
Wilayah sumbagut yang pertama sudah melaksanakan QR Code untuk Pertalite yakni Provinsi Aceh. Sedangkan gelombang ke dua masa sosialisasi yang kita lakukan sekarang itu di wilayah Kepri, pada bulan Agustus akan menyusul di 3 provinsi lainnya, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Riau.
Salah satu pelanggan, Agung, yang telah mendaftarkan kendaraannya di aplikasi My Pertamina mengungkapan kemudahannya saat mendaftar.
“Cukup mudah untuk mendaftarkannya, saya juga cek di Instagram Pertamina saya ikuti langkah-langkahnya sangat mudah,” ujar Agung.
Pria dengan kendaraan mobil merah itu juga menunjukkan cara kerja menggunakan QR Code, cukup membuka aplikasi My Pertamina lalu scan barcode.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









