Pertamina Siapkan 18 Ribu Tabung Elpiji 3 Kg Pengganti untuk Karimun

Salah satu agen memuat tabung gas elpiji 3 kg ke truk pengangkut di dermaga BC Tanjungbalai Karimun. (Ilfitra/gokepri.com)

Karimun (gokepri.com) – PT Pertaminan Patra Niaga telah menyiapkan 18 ribu tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram pengganti untuk wilayah Kepri.

Namun, ternyata 18 ribu tabung gas elpiji 3 kilogram pengganti tersebut untuk semuanya diperuntukkan bagi Karimun.

Informasi tersebut dikatakan Bupati Karimun, Aunur Rafiq usai rapat pembahasan mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di kantornya.

Kata Aunur Rafuq, 18 ribu tabung penggangti tersebut telah disiapkan PT Pertamina Patra Niaga sejak 2023 hingga 2024. Hingga kini tabung gas pengganti tersebut masih tersedia 13 ribu.

“Sebanyak 13 ribu tabung itu sebenarnya jatah untuk Kepri, namun Pertamina memutuskan 13 ribu tabung pengganti semuanya untuk Karimun,” ungkapnya.

Menurut Rafiq, alasan PT Pertamina memberikan 13 ribu tabung pengganti tersebut ke Karimun karena daerah itu sangat membutuhkan ketimbang Batam, Tanjungpinang maupun Bintan.

Sebagaimana diketahui, untuk wilayah Kepri hanya Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun yang melakukan konversi minyak tanah ke gas.

Sementara, di antara 4 daerah itu, hanya Karimun yang diluar jangkauan Stasiun Pengisian Bulk Elpji (SPBE).

Memang di Karimun sudah berdiri SPBE di Sememal bahkan sudah diresmikan Bupati Rafiq pada 6 Juni 2024 lalu, namun sampai sekarang belum bisa dioperasikan.

“Kalau di Bintan dan Tanjungpinang tersedia, adanya di Uban. Sementara di Batam juga sudah ada SPBE sendiri. Sedangkan, Karimun masih menggunakan transportasi angkut ke Uban,” ungkapnya.

Dengan menggunakan moda transportasi laut tersebut, maka alur distribusi tabung gas elpiji 3 kg jadi lebih panjang dan membutuhkan waktu lama.

Selain itu, proses pembongkaran dari kapal dan juga truk pengangkut menyebabkan tabung gas mengalami kerusakan lebih cepat.

Makanya tak heran, saat ini sudah ada 28 ribu tabung gas elpiji 3 kg di Karimun yang memiliki kerusakan.

“Saat ini sudah ada 28 ribu tabung gas elpiji 3 kilogram yang mengalami kerusakan dan belum dilakukan perbaikan,” pungkas Rafiq.

Penulis: Ilfitra

BAGIKAN