BATAM (gokepri) – Kinerja perbankan syariah tetap prospektif kendati ada ancaman resesi global pada 2023. Aset dan jumlah nasabah tumbuh positif.
Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO) Hery Gunardi menyebut perbankan syariah justru tumbuh di tengah ancaman resesi global. Hal itu bisa dilihat dari jumlah nasabah yang meningkat setiap tahun.
“Pertumbuhan aset pada 2023 sudah baik. Meski dihantui ancaman ekonomi, kita di Indonesia tetap optimistis. Pengguna jasa perbankan syariah mencapai 18 juta sementara ada 21 juta pengguna digital nasabah bank dan nonbank,” kata dia, saat ditemui di Batam Marriot Hotel Harbour Bay, Kota Batam, Sabtu 28 Januari 2023.
Dengan adanya peningkatan itu, ASBISINDO optimistis resesi ekonomi tak mempengaruhi kinerja bank syariah. Indikator peningkatan juga menjadi momentum bagus perkembangan bank syariah di Indonesia.
Bank syariah juga terus melakukan konsolidasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar dapat meningkatkan bisnis perbankan di Indonesia. “Tak hanya bank konvensional tapi juga bank syariah dengan konsolidasi bisa memperkuat perbankan,” kata Hery juga juga menjabat Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk..
Disinggung mengenai Rancangan mengenai Undang-undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), ia Hery mengatakan, UU P2SK ini menjawab tantangan perekonomian, termasuk pengaruh global akibat guncangan yang terjadi adanya disrupsi geopolitik dan sisi suplai yang berujung mengakibatkan inflasi di negara maju yang tinggi.
Ia berharap UU ini bisa selesai dan disahkan dalam waktu dekat “Ketentuannya khususnya ada di OJK harapannya dalam waktu enam bulan bisa keluar hasilnya dan banyak pendukung bank syariah,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca Juga: Tantangan-Tantangan Bank Riau Kepri Syariah setelah Konversi
Penulis: Engesti








