Tantangan-Tantangan Bank Riau Kepri Syariah setelah Konversi

Bank riau kepri Syariah
Direktur Utama Bank Riau Kepri Syariah, Andi Buchari. Foto: gokepri/Engesti

Batam (gokepri.com) – Bank Riau Kepri Syariah memetakan sejumlah tantangan setelah konversi. Industri perbankan dan finansial dinilai menghadapi gejolak inflasi yang bermuara ke daya beli dan kemampuan bayar, suku bunga hingga era digital.

Bank Riau Kepri (BRK) Syariah menggelar pelaksanaan Workshop Forum Komunikasi Dewan Komisaris (FKDK) Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPDSI) Wilayah Barat (Sumatera) Tahun 2022.

Kegiatan yang selenggarakan di Ballroom Grand I Hotel, Lubuk Baja, Kota Batam ini, dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari Dewan Komisaris, Komite, dan Sekretaris Dewan Komisaris dari berbagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Sumatera.

HBRL

Direktur Utama BRK Syariah, Andi Buchari, bilang, kegiatan FKDK BPSDI Wilayah Barat ini dapat menjadi wadah diskusi dan saling berbagi informasi terkait berbagai tantangan yang dihadapi BPD saat ini, serta solusinya. Apalagi, masalah yang di hadapi oleh BDP sangat kompleks.

“Kegiatan ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan profesi dan organisasi, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab BPD se-Sumatera,” kata Andi.

BRK Syariah juga sekaligus menginformasikan kepada BPD Seluruh Indonesia tentang peralihan bentuk usahanya dari konfensional ke syariah, yang sudah diresmikan sejak 25 Agustus 2022 lalu oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin.

Ia juga menjabarkan beragam tantangan yang mungkin dihadapi oleh BPD dalam rangka spin off atau peralihan unit usaha menjadi bank syariah. Di antaranya adalah, tantangan inflasi yang berpotensi tidak hanya menurunkan daya beli dan juga daya bayar masyarakat terhadap bank.

Kemudian, tren kenaikan suku bunga juga cukup berpengaruh terhadap naiknya biaya dana bank (cost of fund). Menurut Andi, ini dapat menimbulkan tekanan luar biasa dalam perolehan laba mendatang.

Selanjutnya, tantangan digitalisasi juga dinilai relevan dalam menyesuaikan layanan BPD di era saat ini. Pihaknya menilai, apabila BPD tidak memanfaatkan momen digitalisasi ini secara baik, maka terancam dapat tergeser oleh bank-bank dan fintech lain yang sudah terlebih dulu melakukan digitalisasi. “Semua tantangan-tantangan ini lah yang akan kami bahas dalam diskusi workshop hari ini,” ujar Andi.

Melalui acara ini, ia berharap akan tercipta hubungan yang solid dan harmonis antara seluruh BPD di wilayah Sumatera, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi. Sejalan dengan pelaksanaan workshop, BRK Syariah juga turut memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kepri dengan menghadirkan beberapa stand UMKM di lokasi acara.

Sekertaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid sangat mendukung adanya kegitan itu. Ia bilang, dengan adanya kegitan tersebut dapat membantu program mice yang ada di Kota Batam. “Ini baik, pesan pak wali juga dapat membantu pertumbuhan ekonomi di Batam,” katanya.

Pihaknya juga mengapresiasi Direktur Bank Riau Kepri yang berhasil membawa dewan komisaris, dan petinggi bank yang ada di seluruh Sumatra. “Kalau bisa sekalian belanja di Batam,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait