Peran Krusial Petani Barelang Cegah Gejolak Harga

petani barelang
Sejumlah permukiman, kolam ikan, dan ladang milik warga berada di dalam kawasan hutan Taman Buru Rempang, Batam, November 2021. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna

BATAM (gokepri) – Petani di kawasan Barelang, Batam, punya peran penting menjaga ketahanan pangan lokal. Membantu mencegah lonjakan harga yang menyebabkan inflasi tinggi.

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Batam menyebutkan petani di Barelang memainkan peran krusial dalam menjaga ketahanan pangan lokal sekaligus membantu pemerintah daerah mengendalikan inflasi.

Ketua HKTI Kota Batam, Gunawan Satary, mengungkapkan hampir seluruh komoditas sayur-mayur, seperti bayam dan kangkung, tersedia di kawasan tersebut. Selain sayur-sayuran, kebutuhan terhadap daging dan telur ayam juga turut mempengaruhi inflasi di daerah.

HBRL

“Telur, sayur, buah-buahan, dan cabai merupakan instrumen penting yang mempengaruhi inflasi daerah,” ujar Gunawan. Ia menambahkan komoditas pertanian dari Barelang dapat memenuhi sekitar 40-50 persen kebutuhan pasar setempat.

petani barelang
Ketua HKTI Kota Batam Gunawan Satary. GOKEPRI/Engesti Fedro

Gunawan juga menyoroti dukungan Bank Indonesia (BI) yang terus berkomitmen untuk membantu produktivitas pertanian di Batam, termasuk penyediaan pupuk.

BI memberikan dukungan kepada petani di Barelang dengan menyediakan pupuk dan bantuan lain untuk memastikan produktivitas pertanian tetap tinggi. Dukungan ini penting karena petani berperan dalam menjaga stabilitas harga pangan yang mempengaruhi inflasi.

“BI telah memberikan perhatian khusus dalam mendukung kelancaran produksi pertanian, yang sangat berperan dalam menjaga stabilitas inflasi,” katanya.

Di samping itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam telah meluncurkan Kios Pangan Batam (KPB) sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi.

Baca: Kepri dan Hubei Jajaki Kerja Sama Pariwisata hingga Pertanian

Kepala DKPP Kota Batam, Mardanis, menyebut KPB menyediakan pangan dengan harga lebih murah, yang merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah (GPM). Ini bertujuan untuk menekan harga pangan dan menjaga stabilitas inflasi di daerah.

“Inflasi harus dijaga melalui kegiatan GPM. Dengan pangan murah, harga dapat ditekan dan stabil,” jelas Mardanis. Upaya ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro

Pos terkait