Pengembangan Rempang Eco-City Masuk Program Strategis Nasional Tahun 2023

Rempang Eco-City masuk Program Strategis Nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang RI Raja Juli Antoni dan Kepala BP Batam Muhammad Rudi saat peluncuran program Pengembangan Pulau Rempang, 12 April 2023. Foto: Dok. BP Batam

Batam (gokepri) – Proyek pengembangan Pulau Rempang sebagai mesin ekonomi baru Indonesia terus mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

Proyek pengembangan Rempang Eco-City masuk dalam daftar Program Strategis Nasional atau PSN tahun 2023 agar mempermudah pembangunan di Pulau Rempang, Kota Batam.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan hal tersebut tertuang dalam Permenko Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2023 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.

Baca Juga: Investasi Rp172 Triliun Serap Tenaga Kerja dari Pulau Rempang

Menko Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, telah mengesahkan peraturan itu tanggal 28 Agustus 2023 lalu di Jakarta. “Sesuai arahan Pak Menko, pengembangan Pulau Rempang masuk dalam daftar Program Strategis Nasional. Besar harapan, program ini bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri, khususnya Kota Batam,” ujar Ariastuty di Batam, Kamis (31/8/2023).

Ariastuty menerangkan pemerintah pusat melalui kerja sama antara BP Batam dan PT Makmur Elok Graha (MEG) bakal menyiapkan Pulau Rempang sebagai kawasan industri, perdagangan, hingga wisata yang terintegrasi demi mendorong peningkatan daya saing Indonesia dari Singapura dan Malaysia.

Dengan nilai investasi yang ditaksir mencapai Rp381 triliun hingga tahun 2080, lanjut Ariastuty, pengembangan Pulau Rempang diharapkan dapat memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi (spillover effect) bagi Kota Batam serta kabupaten/kota lain di Provinsi Kepri.

“Pengembangan Rempang juga akan membuka ratusan ribu lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat Kepri, khususnya para pemuda di Kota Batam,” tambahnya.

Pemerintah Republik Indonesia menargetkan, pengembangan Kawasan Rempang Eco-City dapat menyerap lebih kurang 306.000 tenaga kerja hingga tahun 2080 mendatang. “Tidak hanya itu saja, para pemuda tersebut juga dibekali dengan pendidikan dan pelatihan khusus agar lebih siap menghadapi persaingan industri ke depannya,” pungkasnya.

Baca Juga: Rudi Sampaikan Amanah Warga Rempang ke Menteri Perekonomian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN