Pemprov Kepri Pinjam Rp400 M Bank BJB, Ini Penjelasan Wagub Kepri

Investasi di Kepri
Wagub Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. (dokumen)

BATAM (gokepri.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menandatangani Perjanjian Pemberian Pinjaman Daerah (PPD) dengan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) senilai Rp400 miliar.

Pinjaman ini ditujukan untuk membiayai pembangunan infrastruktur strategis, termasuk penambahan fasilitas poliklinik di Rumah Sakit Amab Tabib dan pembangunan Tugu Bahasa sebagai ikon Provinsi Kepri.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris menjelaskan, pinjaman ini memiliki tenor tiga tahun dengan bunga yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Ia menegaskan, langkah ini diambil untuk mempercepat pembangunan, meski APBD daerah mengalami keterbatasan.

HBRL

“Dana pinjaman ini akan digunakan untuk dua prioritas utama, yaitu peningkatan layanan kesehatan melalui poliklinik baru dan pembangunan Tugu Bahasa yang memiliki nilai budaya dan sejarah tinggi,” kata Nyanyang Haris, Minggu 8 Maret 2026.

Menurut Wagub, pembangunan Tugu Bahasa menjadi simbol penting pengembangan budaya dan cikal bakal bahasa Indonesia, khususnya terkait penyebaran Gurindam 12 karya Raja Haji Fisabilillah di Pulau Penyengat.

Dinas terkait memastikan seluruh dana pinjaman digunakan sesuai peruntukannya, dengan pemantauan dari Bank BJB selama periode tiga tahun.

“Pinjaman ini dilakukan atas dasar kepercayaan bank, tanpa jaminan aset secara langsung,” kata dia.

Dengan langkah ini, Pemprov Kepri berharap pembangunan infrastruktur strategis dapat berjalan lebih cepat, mendukung pelayanan publik, sekaligus memperkuat identitas budaya provinsi. (engesti)

Pos terkait