Pemko Batam Salurkan Bantuan Rp5,4 Miliar untuk 2.000 Lansia

Bantuan lansia batam
Raut wajah haru dan senyum penuh syukur tampak dari ratusan lansia saat Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra turun langsung menyapa mereka, di SP Plaza Batuaji, Rabu (7/5/2025). Li Claudia menyerahkan secara simbolis bantuan sosial yang khusus diberikan untuk lansia sebagai wujud perhatian dan kasih sayang pemerintah terhadap lansia. Foto: Pemko Batam

BATAM (gokepri) – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam menyalurkan bantuan sosial senilai total Rp5,4 miliar kepada 2.000 warga lanjut usia (lansia) yang tidak mampu. Dana bantuan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam, ditambah dengan hasil efisiensi anggaran pemerintah kota.

Kepala Dinsos PM Batam, Leo Putra, menjelaskan setiap lansia penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan selama sembilan bulan, dengan total Rp2,7 juta per orang. “Jika dikalikan 2.000 penerima, maka anggaran mencapai Rp5,4 miliar,” ujarnya saat dihubungi di Batam, Jumat (9/5/2025).

Hari ini menjadi hari terakhir penyerahan buku tabungan kepada para lansia penerima di tiga kecamatan, yaitu Batam Kota, Sei Beduk, dan Nongsa. “Kami buat empat titik dan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan bahwa program ini sudah berjalan. Jadi bisa terukur, terbukti dan penerima bisa hadir langsung,” kata Leo.

HBRL

Ia menerangkan program ini awalnya direncanakan untuk 1.000 lansia dengan bantuan Rp200 ribu per bulan. Namun, berkat adanya efisiensi anggaran, jumlah penerima dan besaran bantuan dapat ditingkatkan. “Bantuan ini tidak sembarang diberikan hanya karena status lansia. Harus berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan tidak boleh tumpang tindih dengan bantuan lain atau program dari pusat,” tegasnya.

Leo menambahkan, jika ada lansia yang memenuhi kriteria tidak mampu namun belum terdata di DTKS, pihak kelurahan bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dapat mengajukan yang bersangkutan untuk masuk dalam daftar usulan bantuan. “Namun tetap, setelah diusulkan, mereka harus dimasukkan dulu ke dalam DTKS untuk bisa menerima bantuan,” jelasnya.

Dari total 2.000 calon penerima, saat ini terdapat 1.930 penerima aktif. “Ada 70 orang yang tidak dapat disalurkan bantuannya karena berbagai alasan, seperti meninggal dunia, pindah alamat, tidak ditemukan, atau kesalahan data usia,” ungkap Leo. Ia juga menyampaikan meskipun data penerima untuk tahun 2025 sudah terkunci, Dinsos PM Batam tetap membuka ruang evaluasi untuk program tahun berikutnya.

Baca Juga: Amsakar-Li Claudia Fokus Kesejahteraan Lansia dan Atasi Persoalan Kota

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait