BATAM (gokepri) – Pemerintah Kota Batam memetakan 17 titik banjir dengan penanganan berbeda sesuai kondisi lapangan. Wali Kota Amsakar Achmad mengevaluasi rencana ini setelah hujan lebat pada 19 Februari lalu.
Menurut Amsakar, karakter masalah di setiap lokasi tidak seragam. Skema penanganan mencakup peninggian badan jalan, pembangunan drainase baru, hingga pemasangan box culvert. “Sudah kami bahas semua isunya. Terdapat 17 titik banjir di Batam,” ujarnya baru-baru ini.
Pemerintah membagi skala prioritas berdasarkan tahun anggaran. Sebanyak lima lokasi masuk dalam agenda pembangunan fisik pada 2026, yakni Taman Makam Pahlawan, Simpang Sei Harapan, Tiban Center, Perumahan Harapan Putra, dan Perumahan Bumi Perum Kencana. Sementara itu, pembangunan box culvert di kawasan Baloi dan depan SP Plaza baru akan berjalan pada 2027.
Baca Juga: Banjir Batam, Wakil Kepala BP Batam Instruksikan Penanganan Cepat
Untuk lokasi yang membutuhkan penanganan cepat, pemerintah menempuh jalur pembersihan dan normalisasi saluran. Titik-titik ini antara lain Simpang Batu Ampar, depan Hotel Maxone Nagoya, kawasan Dana Graha Jodoh, Perumahan Benih Raya, Bengkong, Taman Kota, hingga Hotel Baloi Garden.
Khusus untuk kawasan perbankan di Jodoh dan depan Hotel Pasifik, pemerintah masih mengkaji sumber pendanaan. Hingga kini belum ada keputusan apakah biaya pembangunan berasal dari anggaran BP Batam atau Pemerintah Kota Batam.
Mengenai opsi penggunaan sistem pompa untuk mempercepat pengeringan genangan, pemerintah belum memasukkannya dalam rencana kerja 2026 maupun 2027. Namun, Amsakar menyatakan kebijakan tersebut tetap terbuka untuk evaluasi sesuai kebutuhan di lapangan.
Baca Juga: Inilah Titik Banjir di Batam Saat Pergantian Tahun 2021
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









