Pemerintah Promosikan Nongsa Digital Park ke Investor Swiss

Peserta forum bisnis Indonesia-Swiss membahas kerja sama ekonomi digital di Zug, Swiss.
KBRI Bern menyelenggarakan "Indonesia-Swiss Business Forum Series 2026 on Digital Economy: Enhancing Collaboration in the Fastest Emerging Market" di Zug, Swiss (27/6/2026). Foto: KBRI Bern via ANTARA

JAKARTA (gokepri) — Indonesia dan Swiss mulai membuka ruang kerja sama yang lebih luas di sektor ekonomi digital. Salah satu peluang yang mengemuka ialah pengembangan talenta digital di Nongsa Digital Park, Batam, untuk mendukung ekspansi perusahaan-perusahaan Swiss ke Indonesia.

Peluang tersebut muncul dalam Indonesia-Swiss Business Forum Series 2026 on Digital Economy: Enhancing Collaboration in the Fastest Emerging Market di Zug, Swiss, Kamis (25/6/2026). Forum yang digelar KBRI Bern itu mempertemukan pelaku industri, investor, akademisi, dan pembuat kebijakan dari kedua negara.

Kerja sama ini dinilai penting karena Indonesia memiliki pasar digital terbesar di Asia Tenggara, sedangkan Swiss dikenal unggul dalam inovasi teknologi. Kedua negara dipandang memiliki kekuatan yang saling melengkapi untuk mengembangkan infrastruktur digital, teknologi finansial (fintech), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga pusat data.

Baca Juga: Di Nongsa Digital Park, Peluang Menjadi Desainer Video Game Terbuka Lebar

Duta Besar RI untuk Swiss Ngurah Swajaya mengatakan nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mendekati 180 miliar dollar AS pada 2030. Kondisi itu membuka peluang kolaborasi yang lebih besar bagi pelaku usaha kedua negara.

“Saat ini merupakan waktu yang tepat bagi para inovator asal Swiss dan Indonesia untuk terlibat dan berinteraksi,” ujar Ngurah dalam keterangan KBRI Bern, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Ngurah, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena interaksi antara pelaku industri digital Indonesia dan Swiss masih terbatas. Karena itu, forum bisnis tahunan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan calon mitra usaha sekaligus membuka peluang investasi baru.

Ia menambahkan, forum digelar di Kanton Zug yang dikenal sebagai pusat industri kripto dan blockchain terbesar di Eropa. Lokasi itu dipilih agar pelaku industri Swiss lebih mengenal potensi ekonomi digital Indonesia.

Batam tawarkan tenaga digital

Salah satu pembahasan utama forum ialah pengembangan tenaga kerja digital melalui Nongsa Digital Park di Batam. Kawasan itu menawarkan pelatihan sumber daya manusia dengan standar industri Swiss.

Chief Business Officer Nongsa Digital Park Marco Bardelli mengatakan model tersebut dapat memudahkan perusahaan Swiss membangun bisnis di Indonesia.

“Penerapannya bisa mencakup bidang produksi fisik maupun segala hal yang berkaitan dengan fintech,” ujar Marco.

Menurut dia, tenaga kerja yang memahami standar industri Swiss akan mempercepat proses investasi sekaligus mengurangi hambatan saat perusahaan berekspansi.

Selain pengembangan talenta, forum membahas peluang kerja sama di bidang infrastruktur digital, pusat data, teknologi finansial, blockchain, serta kecerdasan buatan.

Direktur Kerja Sama Ekonomi Kanton Zug Silvia Thalmann-Gut mengatakan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga riset menjadi fondasi penting untuk membangun iklim investasi yang sehat.

Ia menilai kepastian kebijakan akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap proyek-proyek ekonomi digital.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London IGP Wira Kusuma memaparkan kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat. Ia juga menjelaskan perkembangan sistem pembayaran digital nasional, termasuk perluasan penggunaan QRIS di sejumlah negara Asia.

Forum tersebut menjadi bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Swiss. KBRI Bern berharap forum tahunan itu dapat memperluas kerja sama ekonomi sekaligus memperkuat kemitraan bisnis Indonesia dengan Swiss dan Liechtenstein. ANTARA

Baca Juga: Deretan Investasi Data Centre Ratusan Triliun di Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait