Batam (gokepri) – Kementerian Luar Negeri memetakan Batam sebagai pengembangan pabrik semikonduktor. Kota ini dianggap punya potensi besar, Kemenlu akan menggunakan diplomasi ekonomi untuk mendatangkan investor semikonduktor ke kawasan ini.
BP Batam melalui Kepala Bidang Fasilitasi Investasi dan Peningkatan Daya Saing, Ali Mukhtar menerima kunjungan kerja dari Kementerian Luar Negeri, Selasa (26/3/2024).
Ali menjelaskan sejumlah peluang investasi menjadi pembahasan utama dalam kunjungan tersebut. Khususnya terhadap perkembangan sektor industri semikonduktor.
Baca Juga:
- Pabrik Semikonduktor Taiwan Jajaki Investasi di Batam
- Industri Otomotif Masih Dibayangi Krisis Cip Semikonduktor, Toyota Kurangi Produksi hingga 20 Persen
- Pemerintah Akan Bangun Pabrik Semikonduktor di Batam
Ia mengatakan Kementerian Luar Negeri memberikan perhatian serius terhadap potensi investasi industri semikonduktor atau perangkat pengantar listrik. Mengingat, industri tersebut menjadi salah satu keunggulan Indonesia di era pesatnya teknologi informasi.
“Industri jenis ini (semikonduktor) sangat dibutuhkan dalam perkembangan teknologi ke depan. Ini yang menjadi fokus diskusi kami tadi,” ujar Ali usai memimpin jalannya pertemuan.
Ia mengungkapkan pemerintah melalui BP Batam pun akan berupaya maksimal untuk membujuk calon investor guna merealisasikan investasi di bidang tersebut.
Apalagi Batam memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) yang berfungsi sebagai jembatan digital antara Indonesia-Singapura.
Kehadiran NDP sendiri diyakini mampu menarik investasi di sektor semikonduktor ke depannya. “Sesuai instruksi Kepala BP Batam, kami berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi investor. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai realisasi investasi ke depan sehingga berdampak terhadap ekonomi Batam, termasuk bagi pengembangan sektor semikonduktor,” pungkasnya.
Sementara, Fungsional Diplomat Ahli Utama Kemenlu RI, Sujatmiko mengapresiasi perkembangan investasi di Batam. Menurut Sudjatmiko, Batam berpeluang besar untuk menyerap investasi di sektor semikonduktor.
Salah satu potensi besar yang menjadi lirikan adalah pengembangan KEK NDP sebagai pusat digital atau data center.
“Diskusi kami hari ini guna membahas pengembangan industri semikonduktor. Tujuan kami datang adalah untuk mendukung diplomasi ekonomi, dengan tujuan nilai investasi di Indonesia bisa meningkat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









