Batam (gokepri.com) – Sejumlah perusahaan energi telah mengajukan permintaan izin pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ke Pemprov Kepri.
Proyek PLTS di Kepri rencananya akan diekspor ke Singapura. Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyebut pengembangan PLTS membawa dampak positif terutama dalam pertumbuhan ekonomi Kepri dari sisi investasi yang masuk.
“Singapura butuh sumber energi yang besar. Sisi baiknya investasi yang masuk ke Kepri semakin besar,” kayanya di Hotel Swissbel Harbourbay Batam, Rabu (3/11).
|Baca Juga:
- Singapura Berencana Impor Listrik 4 GW pada 2035
- KABEL BAWAH LAUT AUSTRALIA-SINGAPURA: Pemkab Lingga Minta Sun Cable Kaji Amdal
Selain memenuhi kebutuhan listrik negara tetangga dampak baiknya dengan ada PLTS ini kebutuhan listrik di dalam negeri juga terpenuhi.
“Kita juga ingin beralih dari menggunakan energi gas dan batubara ke green energy,” ujarnya.
Saat ini perusahaan yang sudah menyampaikan rencana pengembangan PLTS di Kepri, disebut sudah meminta izin pembangunan di beberapa titik, seperti wilayah Bulang, dan perairan di Batam.
“Ada beberapa perusahaan yang telah menyampaikan permintaannya tadi. Ada yang badan usaha dari BUMN, ada juga yang swasta. Banyak tadi permintaan lokasi seperti wilayah Pulau Sugi Karimun, dan juga beberapa titik di Batam seperti Bulang,” ungkapnya.
Ia berharap pengembangan PLTS bisa berjalan dengan baik. Ia juga meminta ke depan dapat menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan yang mengatur tenaga kelistrikan. (Engesti)
|Baca Juga:









