Pasar Kerja Batam Serap 10 Ribu Pencari Kerja, Industri Masih Mendominasi

UMK Batam 2025
Pekerja di industri elektronik, Batam. Foto: istimewa

BATAM (gokepri) — Hingga September 2025, sebanyak 10.503 pencari kerja di Batam telah terserap ke berbagai perusahaan dari total 24.418 pelamar yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam. Angka ini menunjukkan tren positif di tengah target tahunan Disnaker untuk menempatkan 18 ribu tenaga kerja sepanjang 2025.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disnaker Batam, Nurul Iswahyuni, mengatakan jumlah lowongan kerja yang masuk ke instansinya mencapai 13.993 posisi, tersebar di sejumlah sektor industri. “Lebih dari sepuluh ribu pencari kerja sudah terserap di berbagai perusahaan. Target kami tahun ini 18 ribu orang,” ujarnya, Senin, 13 Oktober 2025.

Menurut Nurul, penyerapan tenaga kerja di Batam masih didominasi sektor pendukung industri berat, seperti galangan kapal (shipyard), fabrikasi, dan offshore. Selain itu, sektor pariwisata dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga ikut menyumbang lapangan kerja baru.

HBRL

Untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri, Disnaker terus mengadakan pelatihan di bidang teknis dan keselamatan kerja. “Tahun ini, pelatihan banyak diarahkan ke industri berat seperti welder, forklift, scaffolder, teknisi listrik, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” kata Nurul.

Data Disnaker menunjukkan, pada bulan September saja tercatat 2.985 pencari kerja baru, dengan 1.306 penempatan dan 1.408 lowongan dari sekitar 70 perusahaan. Kualifikasi yang paling banyak dicari meliputi teknik industri, mesin, dan perkapalan. Namun, kata Nurul, permintaan juga tinggi untuk bidang akuntansi dan sumber daya manusia (HR).

“Lulusan SMK juga masih banyak dibutuhkan. Tapi sebagian pelamar belum memiliki sertifikasi atau kemampuan tambahan seperti bahasa asing, terutama Mandarin, yang kini mulai dicari untuk posisi akuntansi,” ujarnya.

Nurul menambahkan, setiap perusahaan wajib melaporkan lowongan dan batas waktu seleksi ke Disnaker. Namun, penempatan tenaga kerja tetap disesuaikan dengan kebutuhan industri. “Beberapa lowongan tertunda atau dibatalkan karena pelamar belum memenuhi kualifikasi,” katanya.

Untuk itu, Disnaker Batam terus memperluas program pelatihan dan sertifikasi agar tenaga kerja lokal lebih siap bersaing dengan tenaga kerja luar daerah. “Kami ingin tenaga kerja Batam memiliki daya saing tinggi dan siap mengisi peluang kerja di industri,” ujar Nurul. ANTARA

Baca Juga: Pengangguran Terbanyak di Indonesia Didominasi Gen Z

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait