Batam (gokepri.com) – Mengunjungi tempat wisata sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Batam. Tidak mengherankan, tempat-tempat wisata mulai banyak pengunjung di masa kehidupan normal baru (New Normal) pandemi Covid-19. Syaratnya, senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Berangsur pulihnya kunjungan masyarakat ke tempat-tempat wisata itu salah satunya terlihat di Pantai Kampung Terih, Minggu (20/12/2020). Selama masa pandemi, tempat wisata di kampung tua Kelurahan Sambau, Nongsa ini buka dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Pelaksanaan protokol kesehatan ini terlihat dengan penempatan sarana cuci tangan dengan sabun dan air mengalir di pintu masuk kawasan wisata. Poster-poster imbauan agar semua orang senantiasa menggunakan masker dan menjaga jarak di tempatkan di sejumlah lokasi.
Beberapa orang tampak menikmati angin sepoi-sepoi di antara rerimbunan pohon mangrove di tepi pantai. Kawasan ini bisa menjadi salah satu alternatif bagi warga Batam untuk rehat sejenak, mengusir jenuh di tengah rutinitas kerja.
Di Kampung Terih, pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan rumah-rumah warga dan pasang surut air di tepian pantai. Namun juga bisa menyusuri rerimbunan hutan-hutan bakau yang tumbuh lebat di sepanjang pantai.
Pengunjung juga dapat melihat tatanan gedung-gedung pemerintahan Kota Batam di Batam Centre dan bangunan-bangunan menjulang di seberang lautan. Atau menikmati beragam menu kuliner khas Melayu, racikan warga setempat.
Spot-spot foto yang instagramable juga ada di Kampung Terih. Lengkap dengan warna-warni payung yang tergantung di antara pepohonan, pondok-pondok kayu tempat bersantai bagi pengunjung, aula untuk pertemuan, dan pelantar atau dermaga dari kayu.
Sampan-sampan kecil tertambat di pelantar kayu ini. Pengunjung bisa menyewanya untuk menyusuri kawasan hutan bakau dan menikmati sensasi ombak pantai.
Air lautnya jernih. Anak-anak bisa mandi, bermain pasir, atau mencari kerang dan menangkap ikan-ikan kecil di sekitar pelantar.

“Kalau mau beli juga bisa, ada kerang hijau, masaknya cukup direbus dengan air dan sedikit garam,” kata Ayu, warga sekitar.
Baca juga: Singapura Luncurkan Wisata Halal di Kapal Pesiar
Diluncurkan 10 Desember 2017, kini Desa Wisata Kampung Terih sudah menjadi destinasi wisata digital ke-7 dari 30 destinasi di Indonesia. Kampung Terih juga mendapat Anugerah Pesona Indonesia (API) Tahun 2018 sebagai tujuan wisata baru terpopuler di Kota Batam.
Pengunjungnya tidak hanya warga Batam, tapi juga para turis dari Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Korea, Tiongkok, dan lainnya. Untuk memasuki kawasan wisata ini, pengelola menarik tiket masuk Rp5.000 per orang dewasa dan gratis untuk anak-anak. (zak)









