PABRIK LITHIUM: Perusahaan asal China Patungan Investasi di Morowali

Pabrik lithium
Pemasangan baterai mobil listrik untuk sopir Gojek di Jakarta pada 28 Agustus 2020. (Foto: Gojek)

Shenzhen (gokepri.com) – Dua perusahaan China Chengxin Lithium dan Tsingshan Holding Group menanam modal USD350 juta untuk membangun pabrik lithium di Indonesia. Menangkap permintaan baterai untuk mobil listrik.

Chengxin Lithium yang berasal dari Shenzhen adalah produsen lithium sedangkan Tsingshan adalah perusahaan raksasa China yang menghasilkan besi dan nikel. Keduanya berbagi modal untuk investasi di Indonesia dengan 65 persen saham dikendalikan Chengxin.

Tsingshan beberapa tahun terakhir mengejutkan pasar nikel dunia karena terus-menerus meningkatkan produksi nikelnya di Indonesia dan kini lini produksinya bergerak ke lithium yang harganya terus meningkat karena tingginya permintaan.

Tsinghan yang akan membangun pabrik lithium di Morowali Industrial Park, Sulawesi.

Kawasan industri ini sudah menjadi rumah bagi beberapa proyek investasi China, termasuk beberapa yang dirancang untuk memproduksi dua logam baterai lainnya, nikel dan kobalt.

Chengxin mengatakan dalam pengajuan laporannya ke Bursa Efek Shenzhen bahwa Stellar Investment Pte yang didirikan di Singapura akan memegang 35 persen saham sisanya dalam usaha patungan itu, yang dikenal sebagai PT ChengTok Lithium Indonesia.

Perusahaan akan menghasilkan 50.000 ton per tahun lithium hidroksida dan 10.000 ton per tahun lithium karbonat.

Indonesia adalah penambang nikel terbesar di dunia tetapi melarang ekspor biji nikel sejak awal 2020 karena berusaha untuk memproses lebih banyak sumber dayanya di dalam negeri dan mendirikan rantai pasokan baterai EV yang lengkap di negara ini.

Pekan lalu, LG Energy Solution Korea Selatan dan Hyundai Motor Group memulai pembangunan pabrik senilai USD1,1 miliar untuk membuat baterai EV di provinsi Jawa Barat, Indonesia.

“Investasi ini akan sangat memperluas kapasitas produksi bisnis garam lithium perusahaan,” kata Chengxin yang berbasis di Shenzhen. “Setelah proyek dioperasikan, itu akan secara signifikan meningkatkan pendapatan dan profitabilitas perusahaan,” tambahnya, tanpa memberikan perkiraan tanggal mulainya.

Dalam laporan terpisah pada Kamis (22/9/2021), Chengxin menandai langkah luar negeri lainnya dengan mengatakan anak perusahaannya di Hong Kong telah setuju untuk membeli penambang Argentina Salta Exploraciones S.A. seharga USD37,7 juta. (Can/Reuters)

|Baca Juga: BATERAI MOBIL LISTRIK: Huayou Investasi USD2,1 Miliar di Halmahera, Konsorsium LG di Bekasi

 

BAGIKAN