Mulai Hari Ini Sekolah di Batam PTM 100 Persen

Batam PTM 100 persen
Suasana belajar-mengajar di salah satu SMP negeri di Batam. (foto: gokepri/Engesti)

Batam (gokepri.com) – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menjelaskan alasan sekolah diizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Menurut dia, pemerintah Kota Batam telah berhasil menekan angka penularan COVID-19 di Batam. Selain itu, tidak ada kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang ditemukan di Sekolah.

“Kasus COVID-19 didapatkan bukan disekolah karena ketika cek di sekolah tidak ada satu anak pun yang terkonfirmasi Positif COVID-19. ┬áJadi itu tidak menghalangi proses belajar mengajar dalam teorinya,” kata Amsakar, Senin 20 Januari 2022.

Ia mengatakan alasan lain sudah diperbolehkannya pembelajaran tatap muka dilandasi dengan Protokol Kesehatan (Prokes) yang sudah dipersiapkan secara ketat di sekolah-sekolah.

Misalnya, alat pendeteksi suhu, hand sanitizer dan tim satgas di sekolah. “Sekarang sekolah sudah mulai normal tapi kami mengharapkan protokol kesehatan tetap menjadi perhatian bersama,” katanya.

Pria berkacamata itu menjelaskan jika peserta didik terkonfirmasi COVID-19 maka sekolah tersebut akan ditutup selama 7×24 jam. Untuk itu, protokol kesehatan peluk digencarkan agar pembelajaran tatap muka berjalan dengan baik.

“Kami tidak ingin angka yang sudah melandai ini karena kita alfa karena kita lalai, muncul klaster baru. Semua sekolah negeri SD SMP sudah mulai semua. Sekarang masuknya full. Itu tidak ada persoalan saya sudah perintahkan juga protokol kesehatan di sekolah harus diperketat,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan mengatakan keputusan ini berdasarkan SKB 4 menteri terbaru, yang menyatakan bahwa daerah dengan PPKM level 1 dan 2 diperbolehkan menggelar belajar tatap muka 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Saat ini Batam masuk level 2 dan diperbolehkan. Untuk itu, kami sudah menyusun petunjuk teknis pelaksanaan, agar nanti PTM bisa berjalan dengan lancar,” kata dia.

Hendri menjelaskan PTM 100 persen ini digelar dengan ketentuan sebagai berikut, pertama siswa menghabiskan waktu belajar di sekolah enam jam pelajaran. Untuk satu jam pelajaran itu 40 menit. Jadi siswa akan berada di sekolah selama 240 menit.

“Jadi sekitar 4 jam lah mereka berada di sekolah. Kalau saat ini mereka masuk pukul 07.00 WIB dan pulang pukul 10.00 WIB. Nanti akan diperpanjang waktu belajar di sekolah. Sekarang belajar kan masih dibagi per sif karena pembatasan kapasitas,” jelasnya.

Ia menyebutkan sudah melakukan rapat bersama pengawas sekolah terkait persiapan PTM 100 persen ini. Sekolah untuk saat ini sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan ketat. Ke depan pengawas perlu turun dan meninjau Protkes yang sudah ada tersebut.

“Nanti akan ada yang turun untuk memastikan ini. Saya minta sekolah benar-benar tidak abai soal protkes ini. Batam masih level 2 dan diharapkan kondisi ini tidak membuat kekhawatiran terkait pembukaan sekolah 100 persen ini,” bebernya.

Hendri menambahkan, peran orangtua dan guru sangat dibutuhkan untuk saat ini. Ia meminta siswa tetap menggunakan masker, membawa bekal dari rumah, menjaga kebersihan dan rajin mencuci tangan.

“Guru harus mengawasi betul soal ini. Jangan abai dan lalai soal protkes. Karena semua sudah ingin kembali ke sekolah, dan pembelajaran bisa seperti dulu lagi,” ujarnya.

Nurhalimah, orangtua siswa mengatakan sangat mendukung PTM 100 persen. Saat ini anaknya masih belajar dua sif, karena keterbatasan kapasitas.

“Alhamdulillah kalau 100 persen. Semoga belajar siswa bisa kembali maksimal dan normal seperti dulu,” harapnya. (Penulis: Engesti)

BAGIKAN