MIND ID Genggam Saham Vale 20%, Erick Thohir Ingin Indonesia Produksi Mobil Listrik

MIND ID saham Vale
Foto: Reuters/Yusuf Ahmad

Jakarta (gokepri.com) – Holding BUMN Industri Minerba, Mining Industri Indonesia atau MIND ID merampungkan pembelian saham 20% PT Vale Indonesia Tbk. (PTVI). Langkah awal hilirisasi minerba termasuk mewujudkan program mobil listrik.

Aksi divestasi itu berlangsung Kamis (8/10/2020). MIND ID atau yang dulu dikenal PT Inalum, membeli 20% saham Vale dengan harga Rp2.780per saham, dengan total Rp5,52 triliun atau setara USD375.77 juta.

Sebagai gambaran, Grup Vale Brasil menguasai 44,34% saham PT Vale Indonesia (INCO.JK), sedangkan Sumimoto Metal Mining Co. Ltd Jepang memegang 15,93% saham.

HBRL

Dilansir Reuters, MIND ID membeli 14,9% saham dari Vale Canada Ltd, anak perusahaan Kanada dari Vale Group, dan 5,1% dari Sumimoto.

“Dengan transaksi ini, kami menambah kepemilikan negara di sektor pertambangan,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir. “Ini juga merupakan langkah bagus untuk memperkuat hilirisasi di Indonesia dan perkembangan industri baterai untuk mobil listrik,” ujar Thohir.

Pemerintah ingin membangun industri kendaraan listrik mulai dari hilir yang mencakup segala hal mulai dari produksi bahan kimia nikel yang dibutuhkan untuk baterai, hingga produksi baterai tersebut dan akhirnya membuat kendaraan di dalam negeri.

Menteri Badan Usaha MIlik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan keberhasilan Mining Industri Indonesia (MIND ID) sebagai Holding BUMN Industri Minerba menuntaskan akuisisi 20 persen saham PT Vale Indonesia Tbk (PTVI) penting untuk penguatan hilirisasi industri minerba.

“Indonesia merupakan salah satu produsen nikel terbesar di dunia sehingga transaksi saham Vale Indonesia menjadi bagian penting dalam hilirisasi industri pertambangan nasional yang punya peran strategis dalam industri nikel global,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis.

Baca Juga:

Transaksi ini merupakan langkah konkret setelah pada Juni lalu, para pihak telah menandatangani perjanjian jual beli saham (shares purchase agreement). PTVI sendiri memiliki salah satu aset nikel terbaik dan terbesar di dunia.

Divestasi saham 20 persen ini merupakan kewajiban amandemen dari Kontrak Karya (KK) pada tahun 2014 antara pemerintah dengan Vale Indonesia yang harus dilaksanakan lima tahun setelah amandemen tersebut. KK PTVI akan berakhir pada 2025 dan dapat diubah atau diperpanjang menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sesuai peraturan perundang-undangan.

Erick Thohir mengatakan pembelian saham Vale Indonesia oleh MIND ID sesuai dengan mandat BUMN untuk mengelola cadangan mineral strategis Indonesia dan juga hilirisasi industri pertambangan nasional, terutama nikel domestik nikel sehingga akan menghasilkan produk domestik nilai ekonomis hingga 4-5 kali lipat lebih tinggi dari produk hulu.

Dengan menjadi pemegang saham terbesar kedua, MIND ID akan memiliki akses strategis untuk mengamankan pasokan bahan baku untuk industri hilir nikel Indonesia. Baik untuk hilirisasi industri nikel menjadi stainless steel maupun menjadi baterai kendaraan listrik.

Indonesia selama ini dikenal sebagai produsen dan eksportir nikel, bahan baku utama EV Battery, terbesar dunia yang menguasai 27 persen kebutuhan pasar global. Sejak kebijakan ekspor nikel dilarang per 1 Januari 2020, MIND ID ditantang untuk melakukan inovasi dan restrukturisasi model bisnis dalam industri ini, sekaligus meningkatkan value chain dari nikel Nusantara yang berlimpah.

Tak hanya pembangunan pabrik lithium-ion yang rencananya di dekat dua tambang nikel milik PT Antam di Tanjung Buli, Halmahera Timur dan di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara agar bisa berkompetisi di pasar EV Battery dunia yang 27,9 persen dikuasai China, MIND ID juga akan fokus terhadap nikel sebagai bisnis utama dengan membangun ekosistem pengembangan industri jenis mineral ini demi hilirisasi produk dalam negeri serta membuka peluang untuk bekerja sama. (Can)

Editor: Candra Gunawan
Sumber: Reuters, Antara

Pos terkait