Menyiapkan RSBP Batam untuk Layanan Kesehatan Nasional

RSBP Batam Kemenkes
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait memimpin audiensi manajemen RSBP Batam dengan Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus di Jakarta. Dok. BP Batam

BATAM (gokepri) — Badan Pengusahaan (BP) Batam mendorong penguatan peran Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan nasional. Upaya itu ditempuh melalui audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI di Jakarta.

Audiensi dilakukan manajemen RSBP Batam bersama Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR. Pertemuan ini menjadi tindak lanjut Nota Kesepahaman BP Batam dan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2022.

Pertemuan dipimpin Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait. Ia hadir bersama Direktur RSBP Batam dr. Tanto Budiharto, SpJP, jajaran wakil direktur, kepala satuan penjaminan mutu, serta tim manajemen dan teknis rumah sakit.

HBRL

Baca Juga: RSBP Raih Bintang 4 Transformasi Digital BPJS Kesehatan

Menurut Ariastuty, audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi layanan RSBP Batam. Rumah sakit ini diarahkan tidak hanya sebagai penunjang investasi, tetapi juga bagian dari sistem pelayanan kesehatan nasional.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan RSBP Batam berkembang sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit rujukan yang mendukung program prioritas kesehatan nasional,” kata Ariastuty.

Dalam audiensi tersebut, BP Batam dan RSBP Batam mengajukan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) prioritas kepada Kementerian Kesehatan. Usulan itu mencakup penguatan RSBP Batam sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit pengampu.

Selain itu, RSBP Batam juga mengusulkan pengembangan layanan prioritas nasional Kanker, Jantung, Stroke, Urologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA). Pengembangan tersebut termasuk penyelenggaraan program fellowship dan persiapan akreditasi Paripurna.

RSBP Batam juga menyampaikan kebutuhan dukungan sarana dan prasarana untuk layanan unggulan, khususnya di bidang kardiovaskular. Rumah sakit ini turut memaparkan rencana pengembangan layanan hiperbarik yang akan diajukan melalui mekanisme resmi sesuai ketentuan.

“Pengembangan RSBP Batam kami arahkan untuk memberikan layanan kesehatan yang berkualitas sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai pusat layanan kesehatan,” ujar Ariastuty.

Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya pemerataan layanan penyakit jantung di luar Pulau Jawa. Menurut dia, penguatan layanan jantung di daerah menjadi bagian dari strategi nasional.

“Penguatan layanan jantung di daerah bertujuan memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” kata Benyamin.

Ia menyatakan dukungan secara prinsip terhadap rencana pengembangan layanan jantung di RSBP Batam. Kesiapan sumber daya manusia dan tata kelola layanan dinilai menjadi modal penting.

“Fasilitas kesehatan idealnya diperkuat pada rumah sakit yang sudah siap dari sisi tenaga medis dan manajemen,” ujarnya.

Dalam konteks regional, Benyamin menilai Batam memiliki posisi strategis sebagai tujuan layanan kesehatan dan wisata medis di Kepulauan Riau. Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah agar pengembangan layanan berjalan seimbang dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut audiensi, BP Batam dan RSBP Batam akan menyiapkan usulan teknis lanjutan serta menjadwalkan pertemuan berikutnya dengan Kementerian Kesehatan RI untuk mempercepat realisasi kerja sama strategis tersebut.

Baca Juga: Sasar Deteksi Dini, RSBP Batam Percepat Skrining Jantung Bawaan Anak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait