Kemenpar membidik wisatawan Korea lewat wisata golf. Kunjungan mereka pada September justru turun.
JAKARTA (gokepri) — Iklim tropis membuat Indonesia berpeluang menarik wisatawan Korea Selatan melalui wisata golf sepanjang tahun. Namun, kunjungan wisatawan dari negara tersebut justru turun sekitar 11 persen pada September 2026.
Bermain golf di Indonesia menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang terbiasa menghadapi musim dingin. Cuaca tropis memungkinkan mereka menikmati lapangan golf tanpa terhalang perubahan musim.
Peluang ini menjadi salah satu daya tarik Indonesia untuk pasar Korea Selatan. Selain golf, wisatawan dari negara tersebut juga memiliki minat terhadap wisata bahari dan kegiatan pertemuan bisnis.
Baca Juga: Investasi Korea Selatan Melonjak, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul
Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya mengatakan, Bali dan Batam menjadi destinasi favorit wisatawan Korea Selatan untuk bermain golf. “Kekuatan pariwisata Indonesia itu sebenarnya di bahari dan golf untuk wisatawan Korea,” kata Nia di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Menurut Nia, iklim Indonesia mendukung aktivitas golf sepanjang tahun. Kondisi tersebut menguntungkan pemain profesional yang menghadapi keterbatasan bermain saat musim dingin di negara asalnya.
“Keuntungan bermain di Indonesia karena sepanjang tahun cuacanya bagus,” ujarnya.
Selain menawarkan iklim tropis, Indonesia memiliki destinasi yang dapat menggabungkan olahraga dengan pengalaman wisata lainnya.
Nia menyebut wisatawan Korea Selatan juga mulai menunjukkan minat terhadap Labuan Bajo. Kawasan tersebut menawarkan aktivitas wisata petualangan dan bahari.
Pasar Korea Selatan juga memiliki potensi untuk kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Menurut Nia, banyak perusahaan Korea beroperasi di Indonesia.
“Labuan Bajo sebenarnya mulai naik untuk beberapa pasar, tetapi wisatawan Korea kuat di bahari, golf, dan MICE,” katanya.
Bagi Batam, minat terhadap wisata golf membuka peluang untuk menarik pasar wisatawan Korea Selatan. Namun, naskah data yang tersedia belum merinci jumlah wisatawan Korea yang khusus datang untuk bermain golf.
Kemenpar promosikan lapangan golf Indonesia
Untuk memperkenalkan potensi tersebut, Kementerian Pariwisata menjalankan program familiarization trip atau famtrip.
Program ini mengajak wisatawan Korea Selatan mengenal langsung destinasi dan fasilitas golf unggulan Indonesia. Kegiatan promosi tersebut juga menjadi upaya meningkatkan kunjungan wisatawan dari negara itu.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan, promosi tersebut memperkenalkan destinasi golf di Cikarang dan Kota Bogor, Jawa Barat.
“Dengan kekayaan alam, kualitas lapangan golf berstandar internasional, serta keramahan budaya lokal, Indonesia siap menjadi pilihan utama bagi wisatawan golf dunia,” ujar Made.
Di tengah upaya promosi tersebut, data kunjungan wisatawan Korea Selatan menunjukkan penurunan.
Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisatawan Korea Selatan pada September 2026 mencapai 37.047. Pada September 2025, jumlahnya mencapai 41.605 kunjungan.
Dengan demikian, jumlah kunjungan pada September 2026 berkurang 4.558 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut mencapai sekitar 11 persen.
Data tersebut menunjukkan tantangan dalam menarik pasar Korea Selatan. Potensi wisata golf, bahari, dan MICE perlu didukung promosi yang mampu mendorong lebih banyak kunjungan. ANTARA
Baca Juga: REI Batam Perluas Relasi Bisnis Lewat Turnamen Golf 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






