BATAM (gokepri.com) – Kementerian Agama (Kemenag) Batam menyebutkan bahwa masa tunggu calon jemaah haji asal Kota Batam kini mencapai 23 tahun. Tercatat sebanyak 16.770 calon jemaah yang telah terdaftar masih menunggu giliran melaksanakan ibadah haji ke tanah suci.
“Daftar tunggu haji Batam saat ini hingga tahun 2047. Artinya, jemaah yang baru mendaftar di tahun ini diperkirakan baru bisa berangkat 23 tahun lagi, jika menyesuaikan dengan kuota sekarang,” kata Kepala Seksi Haji Kemenag Kota Batam, Syahbudi, Senin 21 Oktober 2024.
Syahbudi menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan panjangnya masa tunggu haji ini, salah satunya adalah tingginya jumlah pendaftar setiap tahunnya.
Baca Juga: Kuota Haji Indonesia 2024 Sebanyak 241 Ribu Jemaah
Selain itu, keterbatasan kuota haji yang diberikan kepada setiap provinsi, termasuk Kepulauan Riau, juga berpengaruh besar terhadap lamanya waktu tunggu.
“Semakin banyak pendaftar, otomatis akan memperpanjang masa tunggu. Kuota haji untuk Batam juga terbatas, sehingga jemaah harus menunggu lebih lama,” tambah Syahbudi.
Ia juga menyoroti pentingnya memahami kondisi tersebut bagi masyarakat yang hendak mendaftar haji. Menurutnya, calon jemaah harus siap menunggu dalam jangka waktu yang cukup lama sebelum bisa diberangkatkan.
“Masyarakat perlu memahami bahwa ini adalah sistem antrean yang berlaku di seluruh Indonesia, bahkan di dunia. Kuota yang terbatas membuat setiap calon jemaah harus menunggu gilirannya sesuai dengan waktu pendaftarannya,” jelasnya.
Di sisi lain, Kemenag Batam tetap memberikan pelayanan terbaik bagi calon jemaah haji yang sudah terdaftar, termasuk dalam hal informasi terkait tahapan keberangkatan, persiapan administrasi, dan manasik haji.
Syahbudi menekankan calon jemaah sebaiknya mulai mempersiapkan diri secara fisik dan mental, serta memperhatikan persyaratan kesehatan sebelum keberangkatan.
“Selain menunggu antrean, calon jemaah juga perlu menjaga kesehatan dan mengikuti manasik haji dengan baik agar saat waktu keberangkatan tiba, mereka siap secara fisik dan mental,” kata dia.
Meskipun masa tunggu panjang, antusiasme masyarakat Batam untuk menunaikan ibadah haji tetap tinggi. Pihak Kemenag juga terus mengupayakan agar proses pendaftaran dan pengurusan haji berjalan dengan lancar, meskipun mereka masih tergantung pada kuota yang ditentukan oleh pemerintah pusat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








