Manasik Haji Jamaah Batam Kota dan Nongsa, Syahbudi: Fokuslah Pada Ibadah

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Batam, Syahbudi (tengah) saat Kemenhaj Kota Batam memberikan bimbingan manasik haji untuk jemaah Kecamatan Batam Kota dan Nongsa di Masjid An-Namirah Asrama Haji Batam, Sabtu (7/2/2026). (istimewa)

BATAM (gokepri.com) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam memberikan bimbingan manasik haji untuk jemaah Kecamatan Batam Kota dan Nongsa di Masjid An-Namirah Asrama Haji Batam, Sabtu (7/2/2026).

Dihadapan sekitar 240 orang Jemaah, Kepala Kantor Kemenhaj Kota Batam, Syahbudi, mengingatkan jemaah haji agar benar-benar siap berangkat dan tidak memilih-milih kelompok terbang (kloter), apalagi gelombang keberangkatan ke Tanah Suci. Menurutnya, seluruh kloter dan gelombang pada hakikatnya sama karena tujuan utama ibadah haji adalah melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah.

“Tidak perlu memperdebatkan kloter atau gelombang. Semua jemaah akan melaksanakan rukun haji yang sama, khususnya wukuf di Arafah,” tegas Syahbudi saat memberikan bimbingan manasik haji.

Ia menjelaskan bahwa perjalanan haji Indonesia dibagi menjadi dua gelombang semata-mata karena alasan teknis. Pergerakan jemaah dari Indonesia ke Arab Saudi tidak memungkinkan dilakukan sekaligus, sehingga dibagi menjadi dua gelombang, yakni sebagian jemaah mendarat di Jeddah dan sebagian lainnya di Madinah.

Dalam kesempatan itu, Syahbudi menekankan agar jemaah benar-benar fokus pada pelaksanaan ibadah, baik secara ritual maupun spiritual. Ia mengingatkan pentingnya menghadirkan diri secara jasadan wa ruhan (fisik dan ruhani) dalam setiap rangkaian ibadah, khususnya saat berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Madinah.

“Jangan sampai ziarah hanya jasadnya saja tapi ruhnya entah ke mana-mana, atau sebaliknya ruhani saja artinya tidak ke makam nabi membaca selawat dari kamar hotel saja. Saat berziarah ke makam Nabi, hadirkan jasad dan ruh Bapak Ibu, ucapkan salam dan selawat dengan lembut serta penuh ketundukan,” pesan Syahbudi.

Ia juga mengutip hadis riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Al-Baihaqi dengan sanad sahih, yang menyatakan: “Barang siapa membaca selawat dan salam kepadaku, Allah SWT mengembalikan ruhku hingga aku dapat menjawab salam orang yang menyampaikan salam kepadaku.”

Dalam kegiatan itu, para jemaah mengikuti manasik dengan serius dan khidmat. Acara kemudian dilanjutkan dengan praktik mengenakan pakaian ihram.

Selain materi manasik, Syahbudi juga menyinggung berbagai kebijakan penyelenggaraan haji, baik di dalam maupun luar negeri, mulai dari kuota haji, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BIPIH), hingga layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi bagi jemaah.

Melalui manasik ini, Syahbudi berharap jemaah haji Kota Batam dapat mempersiapkan diri dengan baik, tidak hanya secara fisik dan administratif, tetapi juga secara mental dan spiritual, sehingga mampu meraih haji yang mabrur. (r)

Pos terkait