PLN Batam memancang tiang pertama pembangkit gas-uap 120 MW yang ditargetkan beroperasi Maret 2028. Upaya mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik seiring pesatnya pertumbuhan industri dan investasi di Batam.
INFO GOKEPRI – Batam selangkah lebih dekat mengatasi tekanan kebutuhan listrik yang terus membesar. PLN Batam memulai konstruksi fisik Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Batam #1 berkapasitas 120 megawatt (MW) dengan seremoni pemancangan perdana (first piling), Senin 2 Februari 2026.
Begitu beroperasi pada Maret 2028, pembangkit ini akan memperkuat cadangan daya sistem kelistrikan Batam yang selama ini menanggung beban pertumbuhan industri, kawasan ekonomi khusus, dan permukiman yang tak berhenti berkembang.
Baca Juga: PLN Batam Bebaskan Biaya Layanan SPKLU Demi Dorong Adopsi EV
Direktur Operasi PT PLN Batam Dinda Alamsyah menegaskan, lonjakan permintaan listrik di Batam sudah mencapai tingkat yang mendesak penambahan kapasitas pembangkit baru. Tanpa tambahan pasokan, keandalan sistem kelistrikan kota industri itu berisiko terganggu di tengah derasnya arus investasi.
“Kebutuhan kelistrikan di Batam sangat besar. Dengan hadirnya PLTGU Batam #1, sistem kelistrikan Batam akan semakin kuat, andal, dan mampu mendukung peningkatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Dinda dalam seremoni tersebut.
Ia menambahkan, proyek ini merupakan bagian dari respons strategis PLN Batam terhadap pertumbuhan kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring perkembangan industri dan ekonomi kota itu. “Hari ini kami bersama-sama memulai tahapan first piling Proyek PLTGU Batam #1. Mari kita berdoa agar seluruh pekerjaan proyek ini dapat berjalan lancar sesuai harapan,” kata Dinda.
Proyek dikerjakan oleh konsorsium JO PTPP–Atamora–SPS dengan PT Pratama Widya sebagai subkontraktor pemancangan. General Manager Divisi EPC PT PP (Persero) Tbk Anjangsono menyebut seremoni ini menandai babak baru dalam pelaksanaan proyek.
“Saat ini kita memasuki babak baru pemancangan yang ditandai dengan seremoni hari ini. Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata bagi Kota Batam,” ujar Anjangsono.
Ia menekankan, seluruh tahapan konstruksi akan mengutamakan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). “Kami berkomitmen menjalankan proyek ini dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja dalam setiap tahapan pelaksanaan,” kata Anjangsono.
Seremoni dihadiri Komisaris PT PLN Batam Usep RS, Direktur Operasi Dinda Alamsyah, Vice President Manajemen Proyek PT PLN Batam Untung Budi Widodo, serta General Manager Divisi EPC PT PP (Persero) Tbk Anjangsono. Hadir pula Project Manager JO PTPP–Atamora–SPS Muhammad Ali, Direktur Utama PT Pratama Widya selaku subkontraktor pemancangan Andreas Widatama, dan Pimpinan Yayasan Panti Asuhan Askhabul Yamin Asep Yaya yang mewakili unsur sosial masyarakat.
Baca Juga: PLN Batam dan DayOne Wujudkan Data Center Terbesar di Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









