Liga Champions: Liverpool Punya Pengalaman soal Comeback

Real Madrid vs Liverpool. (internet)

Mantan juru taktik Liverpool, Rafael Benitez, mengungkapkan, The Reds bisa membalikkan keadaan pada leg II perempat final Liga Champions dinihari nanti. Menurut pria asal Spanyol itu, Liverpool sudah berpengalaman untuk keluar dari kondisi sulit seperti itu.

Diketahui, Liverpool akan menjamu Real Madrid pada leg II perempatfinal Liga Champions 2020-2021 di Stadion Anfield pada, Kamis (15/4/2021) dini hari WIB. Liverpool menyambut pertandingan itu dengan bermodalkan kekalahan 1-3 pada leg I di kandang Real Madrid, Stadion Alfredo Di Stefano.

Benitez mengatakan, Liverpool cukup akrab dengan comeback di Liga Champions. Comeback Liverpool yang paling terkenal, terjadi pada final Liga Champions 2004-2005 saat melawan AC Milan.

Saat itu, Liverpool mengejar defisit tiga gol, lalu mengalahkan AC Milan pada babak adu penalti. Comeback ikonik itu terjadi pada musim debut Rafael Benitez sebagai juru taktik Liverpool.

Setelah itu, Liverpool membuat keajaiban serupa di semifinal Liga Champions 2018-2019. Liverpool kalah 0-3 dari Barcelona pada leg I di Camp Nou, lalu membalikkan keadaan dengan menang 4-0 di Anfield. Setelah menyingkirkan Barcelona, Liverpool mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di final.

Liverpool memiliki trek rekor bagus yang mendukung mereka untuk membalikkan keadaan atas Real Madrid. Oleh sebab itu, Benitez percaya peluang Liverpool untuk melangkah ke fase selanjutnya masih ada.

“Liverpool akan memiliki peluang dengan pemain menyerang yang mereka. Kemudian, tentang apakah mereka dapat memanfaatkan peluang tersebut,” kata Rafael Benitez, mengutip dari Times, Rabu (14/4/2021).

“Jika mereka mencetak gol lebih awal, itu jelas bagus. Jika tidak, tidak perlu panik. Bahkan, jika Real Madrid mencetak gol, tidak perlu berpikir pertandingan telah berakhir,” tuturnya.

Rafael Benitez bahkan menyatakan Liverpool bisa mencetak tiga gol ke gawang Real Madrid. Menurut juru taktik asal Spanyol itu, kunci dari pertandingan ini adalah intensitas dan ketenangan.

“Kami tahu Liverpool mampu mencetak tiga gol. Pertandingan ini tentang dua hal, yaitu intensitas dan ketenangan,” ujarnya.*

(sumber: okezone.com)

BAGIKAN