BATAM (gokepri.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Bank Indonesia dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) kembali menggelar Kepulauan Riau Ramadan Fair (KURMA) 2026 sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah sekaligus mendorong UMKM lokal naik kelas.
Kegiatan yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraan ini akan berlangsung pada 2–8 Maret 2026 di One Batam Mall, Batam, dan Kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang. Pembukaan resmi dijadwalkan pada 4 Maret 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Rony Widijarto mengatakan KURMA 2026 dirancang lebih komprehensif, mulai dari proses kurasi produk UMKM hingga penguatan sistem pembayaran digital.
“Kurma ini kita kelola dari hulu sampai ke sistem pembayarannya. Kita lakukan kurasi agar produk yang ditampilkan benar-benar berkualitas dan siap bersaing,” kata Rony, Selasa 3 Maret 2026.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan KURMA tahun ini menargetkan peningkatan signifikan pada sejumlah indikator, antara lain volume dan nominal transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebanyak 40 ribu transaksi dengan nilai Rp1,8 miliar.
Selain itu, KURMA 2026 juga menargetkan 10 peserta tersertifikasi Juru Sembelih Halal (JULEHA) serta 100 peserta edukasi ekonomi dan keuangan syariah (EKSyar) dengan rata-rata nilai post test mencapai 85.
Menurut Rony, peningkatan tersebut merupakan bagian dari komitmen memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Kepri, sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
“Tentu harus lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata dia.
Sebagai pembanding, pada KURMA 2025, transaksi penjualan UMKM tercatat mencapai Rp2,33 miliar, sementara realisasi business matching pembiayaan sebesar Rp2,19 miliar. Adapun rata-rata nilai post test edukasi EKSyar tahun lalu mencapai 81,79.
“Kami optimistis capaian tahun ini akan lebih baik, baik dari sisi transaksi, business matching, maupun peningkatan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah,” ujarnya.
KURMA 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 dengan puncak kegiatan pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).
Rangkaian kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi ekonomi dan keuangan syariah guna mendorong pertumbuhan inklusif serta meningkatkan posisi Indonesia di pasar global.
Selain pameran dan bazar UMKM, pada pekan ini juga telah digelar kegiatan Kepulauan Riau Ramadan Fair yang menghadirkan ragam produk makanan dan minuman, mencerminkan penguatan rantai pasok halal dari hulu hingga hilir.
Melalui KURMA 2026, Pemprov Kepri bersama Bank Indonesia dan KDEKS berharap Ramadan tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga penggerak ekonomi daerah berbasis syariah yang berkelanjutan. (engesti)







