Kualitas Udara Batam Tidak Sehat, Ini Penjelasan Kepala DLH Herman Rozie

Proyeksi ekonomi Batam
Pembangunan proyek apartemen di bilangan Batam Center, 6 Desember 2021. Ekonomi Batam diyakini membaik pada 2022. (Foto: gokepri/Candra Gunawan)

Batam (gokepri.com) – Data Kementerian Lingkungan Hidup melaporkan penurunan kualitas udara di Kota Batam pada 24 Juli 2022. Konsentrasi PM 2,5 terpantau masuk level kritis pada periode waktu tersebut.

Data Index Standar Pencemar Udara (IPSU) itu dirilis Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK. Data dirangkum pada pukul 16.00. Dari 29 stasiun, Stasiun KLHK Batam satu-satunya yang memantau nilai ISPU Batam mencapai 101 dan berkategori tidak sehat.

Kualitas udara Batam
Data Index Standar Pencemar Udara (IPSU) yang dirilis Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK pada 24 Juli 2022. Foto: Tangkapan Layar

Namun Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Heman Rozie mengungkapkan kualitas udara di Kota Batam terpantau tergolong sehat berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (IPSU) yang dipantau pemerintah kota setempat per 27 Juli 2022.

HBRL

Dia bilang kondisi udara yang tidak sehat berdasarkan data Kementerian karenanya adanya pembakaran sampah didekat alat Air Quality Monitoring System (AQMS) yang berada di Mako Satpol-PP Tanjunguncang.

AQMS adalah untuk melihat perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan Kualitas Udara Perkotaan.

“Masih sehat kok. Infonya waktu itu dijadwal alat AQMS kita ada yang bakar sampah jadi asapnya terdeteksi alat. Tapi bukan berarti Kota Batam, karena setelah itu normal lagi. Ada yang goro sampahnya dibakar,” katanya saat dihubungi, Rabu 27 Juli 2022.

Ia menjelaskan kadar udara dikatakan sehat bila ISPU di bawah 100, 100-199 dalam kategori tidak sehat, 200-299 kategori sangat tidak sehat dan di atas 300 kategori berbahaya.

Sementara di Batam kata dia, kondisi udaranya masih tergolong sehat walaupun ada pembangunan di Batam.

“Aman terkendali. Iya karena alat kita di Mako Satpol, Nah (hari) Minggu itu mereka gotong royonh dan sampahnya terbakar lalu asapnya terdeteksi alat,” katanya.

Kualitas udara uang tidak sehat dirasakan oleh warga Batu Aji, Aziz. “Debunya kalau pagi sampai siang luar biasa. Mungkin karena ada pembangunan jalan ini,” katanya.

Selain pembangunan jalan asal kendaraan juga menjadi penyebabnya. “Biasa di Dapur 12 dan bus ini asapnya juga mengganggu,” jelasnya.

Penulis: Engesti

Pos terkait