Kontingen PON Kepri Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

KONI Kepri BPJS
KONI Kepri sepakat memberi perlindungan untuk kontingen PON Kepri usai rapat bersama BPJS Ketenagakerjaan di kantor KONI Kepri di Kompleks Sukajadi, Kota Batam, Jumat (2/7/2021) pagi. (foto: gokepri/cg

Batam (gokepri.com) – Atlet dari Kepri bisa tenang bertanding di PON XX Papua. Mereka mendapat perlindungan jaminan sosial jika cedera dan mendapat santunan bila meninggal dunia.

Perlindungan jaminan sosial ini hasil kerja sama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepulauan Riau dan BPJS Ketenagakerjaan.

KONI Kepri sepakat memberi perlindungan untuk kontingen PON Kepri usai rapat bersama BPJS Ketenagakerjaan di kantor KONI Kepri di Kompleks Sukajadi, Kota Batam, Jumat (2/7/2021) pagi. Menurut Wakil Sekretaris Umum KONI Kepri, Amri, nota kesepahaman kerja sama tersebut akan diteken secepatnya.

“Demi memberikan perlindungan bagi atlet, pelatih dan ofisial yang akan berangkat ke PON Papua nanti. Mereka adalah pahlawan olahraga kita,” jelas Amri usai pertemuan.

Semua kontingen akan mendapat perlindungan untuk dua program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) untuk enam bulan selama periode Juli-Desember 2021. Meski hanya enam bulan namun tidak menutup kemungkinan program ini bisa berlanjut sehingga atlet bisa terus mendapat perlindungan jaminan sosial.

Para atlet dan pelatih dilindungi program JKK dan JKM jika terjadi risiko cedera ketika berlatih atau bertanding termasuk ketika perjalanan pulang-pergi latihan. Adapun preminya ditanggung KONI Kepri selama periode tanggungan.

KONI Kepri baru memastikan ada 76 atlet yang akan berangkat ke PON Papua. Mereka yang sudah pasti akan mendapat perlindungan JKK dan JKM. Namun Amri memperkirakan ada sekitar 90 hingga 100 orang kontingen PON Kepri yang berangkat ke Papua. Mereka dijadwalkan terbang ke Papua pada akhir September 2021. “Jumlah yang mendapat perlindungan akan ditentukan segera Juli ini,” ujar Amri.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kepri Junaidi merespons positif kerja sama perlindungan atlet yang disiapkan KONI Kepri dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Sehingga mereka saat bertanding di PON nanti sudah sangat fokus. Sehingga bisa memberikan yang terbaik bagi daerahnya melalui sebuah prestasi,” terangnya.

Breri Harisandro, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Batam, mengungkapkan program perlindungan bagi atlet yang dilakukan dengan bekerja sama dengan KONI Kepri merupakan salah satu terobosan bahwa perlindungn BPJS Ketenagakerjan juga bisa untuk atlet.

Menurutnya, program perlindungan atlet sudah dimulai sejak Asian Games 2019. Sedangkan untuk PON Papua, beberapa daerah juga memberikan perlindungan yang sama antara lain Jawa Tengah dan Papua.

“Untuk proses klaimnya tidak rumit, begitu mendapat laporan kasus, petugas kami langsung melakukan jemput bola. Dan program ini difokuskan untuk tenaga kerja rentan yang potensial untuk bisa melanjutkan pembayaran premi, nilainya Rp16.800,” terangnya.

Selain manfaat jaminan kecelakaan kerja, total santunan JKM sebesar Rp42 juta, kemudian bantuan beasiswa untuk JKK dan JKM dari dua orang anak ahli waris senilai Rp12 juta berupa bantuan pendidikan sejak TK hingga perguruan tinggi maksimal Rp174 juta. (Can)

|Baca Juga: Kapolri Beberkan Upaya Pemerintah Bangun Papua dan Laksanakan PON XX

 

BAGIKAN