BATAM (gokepri) – Kepri kesulitan menjangkau pulau-pulau terpencil saat bencana. Komisi VIII DPR mengusulkan kapal pemadam dan penguatan layanan sosial.
Karakter Kepulauan Riau sebagai provinsi dengan ratusan pulau kembali menjadi sorotan. Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menilai kondisi geografis itu menghambat pemerataan pelayanan publik, terutama saat bencana.
Dalam kunjungan reses di Batam, Jumat (20/2), Marwan mendengar langsung keluhan sejumlah instansi daerah. Ia menyoroti jarak antarpulau yang berjauhan dan konsentrasi penduduk yang bertumpu di Batam.
Baca Juga: Ahmad Sahroni Kembali ke DPR RI, Jabat Sebagai Wakil Ketua Komisi III
Menurut dia, pola penanganan kebakaran di wilayah daratan tak bisa serta-merta diterapkan di Kepri.
“Di daerah lain, kebakaran bisa dijangkau helikopter atau mobil pemadam. Di sini berbeda. Muncul usulan kapal pemadam kebakaran agar bisa menjangkau pulau-pulau terpencil,” ujarnya.
Masalah tidak berhenti pada sarana bencana. Arus migrasi penduduk juga memunculkan persoalan administrasi. Banyak pendatang kesulitan mengurus KTP, sehingga akses terhadap perlindungan sosial ikut terhambat.
Di sektor keagamaan, Kepri kekurangan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan personel pelayanan haji. Marwan menyebut pemindahan aparatur dari kota besar ke wilayah terpencil seperti Lingga kerap terkendala adaptasi.
Komisi VIII mendorong pola rekrutmen berbasis daerah. Pemerintah berencana memberi subsidi pendidikan bagi anak-anak lokal.
“Targetnya, dua atau tiga tahun setelah lulus sarjana, mereka bisa langsung diangkat menjadi pegawai di daerah asal,” kata Marwan.
Ia juga menyoroti kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang disebutnya sebagai fenomena gunung es. Angka yang muncul di permukaan diyakini jauh lebih kecil dibandingkan kejadian sebenarnya di dalam keluarga.
“Kita butuh sistem peringatan dini dan respons cepat. Rumah Perlindungan Anak di kabupaten, kota, hingga provinsi harus tersedia,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana menyerahkan satu unit motor trail dan paket sembako untuk Batam dan Lingga.
Terkait potensi longsor dan kebakaran hutan dan lahan, Andi mengapresiasi koordinasi Pemkot Batam, TNI/Polri, dan organisasi perangkat daerah. Ia meminta setiap kejadian tetap dilaporkan ke pusat.
“Sekecil apa pun bencana, laporkan ke pusat. Kami perlu memantau apakah cukup ditangani daerah atau perlu dukungan nasional,” katanya.
Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah menambahkan, titik banjir masih terkonsentrasi di kawasan lama seperti Batuaji, Tanjung Riau, dan Bengkong. Genangan muncul saat curah hujan tinggi.
Ia memastikan pemerintah kota terus menangani persoalan itu agar tidak meluas ke permukiman warga.
Baca Juga: Terlibat Suap Rp 1,6 Miliar, Anggota DPRD Sumsel dan Anaknya Ditangkap Kejaksaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







