Batam (gokepri.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam mengimbau pengurus sekolah TK dan SD menunggu arahan dari pemerintah terkait pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah.
Ketua Komisi IV DPRD Batam, Ides Madri meminta agar sekolah tingkat TK dan SD tidak memaksakan diri belajar tatap muka di sekolah. Mengingat sampai hari ini kasus Covid-19 di Kota Batam belum berakhir.
“Sampai hari ini masih SMP yang diizinkan untuk menggelar belajar tatap muka. Itupun harus memenuhi syarat,” kata Ides, Jumat (12/3/2021).
Ides juga mengimbau kepada orangtua siswa agar tidak memberikan izin anaknya belajar tatap muka di sekolah. Selain itu juga diharapkan bisa melaporkan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam.
“Pada intinya kita ingin mencegah, agar penyebaran Covid-19 tidak terus meluas,” ujarnya.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam Tumbur M Sihaloho meminta masyarakat untuk tidak menganggap remeh Covid-19. Saat ini ada juga varian virus yang baru seperti B117 yang sudah ada di beberapa provinsi. Virus tersebut, menurutnya jauh lebih ganas dibandingkan Covid-19.
“Karena itu kami sangat menyesalkan ada sekolah ingkat Paud, TK dan SD yang melangsungkan sekolah tatap muka. Pasalnya masih terlalu rentan untuk tingkat anak-anak,” kata Tumbur.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan menegaskan untuk di Mainland, sampai saat ini tingkat TK dan SD belum diizinkan untuk belajar tatap muka di sekolah. Karena itu pihaknya meminta agar masyarakat bisa melaporkan jika ada TK atau SD yang sudah menggelar belajar tatap muka.
“Jika ada TK dan SD yang melangsungkan tatap muka tolong informasikan kepada kami. Karena sampai saat ini kami memang belum merekomendasikannya,” kata Hendri. (ard)
|Baca Juga: SMA di Kepri Masih Simulasi Pembelajaran Tatap Muka









