Kepri Jadi Pionir Gerakan Indonesia Tertib

gerakan indonesia tertib
Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja. Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Batam (gokepri.com) – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bisa menjadi pionir dalam mewujudkan Gerakan Indonesia Tertib (GIT). Program tersebut juga merupakan strategi pemerintah menuju visi Indonesia Emas 2045.

Hal itu diungkap Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja saat hadir dalam kegiatan Rembuk Gerakan Indonesia Tertib di Hotel Marriot Harbour Bay, Batam, Rabu, 6 Maret 2024.

Rudolf menegaskan bahwa GIT, sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental menempati prioritas nasional dalam RPJMN Tahun 2020-2024.

Baca Juga: Budaya Tertib Masyarakat Jadi Strategi Menuju Indonesia Emas 2045

“Karena kita melihat Kepri untuk Gerakan Indonesia Tertib sudah cukup lumayan bagus. Sehingga kita berharap Kepri bisa menjadi pionir untuk provinsi-provinsi lain,” kata Rudolf.

Menurutnya tema budaya tertib menuju Indonesia emas diangkat dalam GIT di Kepri, mengingat provinsi ini telah terbukti mampu dalam menerapkan Gerakan Indonesia Tertib.

Meskipun regulasi telah tertera lengkap, Rudolf mencatat bahwa tantangan utama terletak pada penegakan hukum yang belum optimal dan kesadaran masyarakat untuk berprilaku tertib.

“Seluruh regulasi yang dibuat oleh pemerintah baik berupa undang-undang, Peraturan Pemerintah (PP), Keputusan Presiden (Keppres), Intruksi Presiden (Inpres) dan lainnya sudah tertera dan lengkap. Maka penerapan ketertiban patut untuk dilaksanakan oleh masyarakat,”

Ia mendorong agar implementasi regulasi di lapangan menjadi fokus utama, melibatkan peran aktif petugas dan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan SDM merupakan urat nadi pembangunan bangsa. Terlebih lagi Indonesia akan dihadapkan dengan bonus demografi tahun 2045.

Ads bp batam 2026 baru

Rudolf menekankan pentingnya menyatukan tiga instansi kunci, yaitu Ditjen Dukcapil Kemendagri, Satpol PP, dan Korlantas Polri, untuk merumuskan solusi bersama menghadapi dinamika ekonomi sosial, budaya, dan politik.

“Tiga komponen ini tidak bisa dipisahkan sehingga kita kumpulkan menjadi satu untuk kita rembuk, kira-kira apa solusi yang harus kita laksanakan di ke depan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait