Batam (gokepri.com) – Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam memastikan penyebab ratusan hewan kurban mati bukan karena penyakit mulut dan kuku, melainkan karena kelelahan selama perjalanan.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam Mardanis, ratusan kambing itu mati lantaran kelelahan dan ditempatkan di kapal yang over kapasitas saat dibawa menuju Batam.
“Terlalu banyak (di kapal) jadi banyak yang mati. Terhimpit atau kurang minum saat di kapal. Kambing memang lebih sensitif,” katanya saat dihubungi Senin 4 Juli 2022.
Ia merincikan ada 393 ekor kambing yang mati dari 2.535 kambing yang ada di Batam dan 63 diantaranya harus dipotong secara mandiri.
Ia menjelaskan Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam hanya mengecek kesehatan hewan kurban setelah tiba di Batam. Sementara untuk pengiriman diserahkan semua kepada pihak asosiasi hewan ternak.
“Kami tidak menyangka bisa mati sebanyak itu,” katanya.
Untuk kambing-kambing yang masih bertahan saat ini sedang menjalani karantina dan diawasi oleh karantina hewan.
Mardanis mengatakan kebutuhan hewan kurban menjelang Idul Adha di Kota Batam tidak mencukupi. Katanya, Batam masih memerlukan 2 ribu ekor sapi dan 10 ribu ekor kambing.
“Kebutuhan kita paling kurang-kurang sedikit saja,” ujar dia.
Pedagang Hewan Kurban Rugi Ratusan Juta
Sebanyak 177 hewan kurban kambing mati di perjalanan saat pengiriman Lampung Tengah ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kondisi ini membuat sejumlah pedagang hewan kurban rugi besar. Mereka harus merelakan uang ratusan juta hilang.
Ada beberapa faktor yang membuat kambing mati di perjalanan. Pertama, perjalanan yang cukup jauh. Perjalanan dari Lampung Tengah menuju Kota Batam (Port to Port) membutuhkan waktu yang lama, yakni 4 hari 3 malam.
“Bangkai kambing dibuang ke laut semua,” kata Penasehat Asosiasi Pedagang Peternak Sapi dan Kambing Kota Batam, Musofa, Senin 4 Juni 2022.
Faktor kedua, pakan kambing habis diperjalanan. Padahal, sebelum berangkat prediksi pakan mencukupi sampai ke tempat tujuan. Menurutnya, ada tahan sapi dan kambing berbeda sehingga menyababkan hewan banyak yang mati.
“Kambing itu beda sama sapi. Kambing itu pengennya makan terus sehingga birahinya tinggi karena makan terus. Padahal badannya lebih kecil sapi daripada kambing,” katanya.
Penulis: Engesti
- Baca Juga: Ratusan Kambing Kurban Mati di Batam








