Batam (gokepri.com) – Angka penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Batam kembali meningkat awal Februari 2022. Satgas Covid-19 Kota Batam, mencatat ada tambahan 531 kasus baru dalam dua pekan terakhir.
Padahal, pada 11 Desember 2021 lalu seluruh kecamatan di Batam sudah masuk kategori zona hijau, karena seluruh pasien Covid-19 dinyatakan sembuh usai menjalani karantina.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam meminta masyarakat untuk terus meningkatkan protokol kesehatan secara ketat. Kelalaian masyarakat yang abai menjalankan protokol kesehatan, sering kali dituding menjadi penyebab utama meningkatnya jumlah kasus Covid-19.
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri, Uba Ingan Sigalingging, mengatakan melonjaknya jumlah kasus Covid-19 di Kepri, khususnya Kota Batam seharusnya dapat diantisipasi bersama.
Terutama, bagi Pemerintah Provinsi Kepri dan juga Pemko Batam. Karena, melonjaknya kasus Covid-19 yang terjadi saat ini tidak lepas dari kebijakan yang pemerintah terapkan dalam penanganan Covid-19.
Pemerintah tidak boleh semata-mata hanya menyalahkan masyarakat karena dinilai banyak melanggar protokol kesehatan.
“Pemprov Kepri dan juga Pemko Batam seharusnya bergandengan tangan, bersama-sama secara serius menangani Covid-19 ini,” kata Uba, Senin 14 Februari 2022.
Uba melihat koordinasi antara Pemprov Kepri dan Pemko Batam tidak berjalan dengan baik. Sehingga, sering kali jika terjadi persoalan di lapangan saling lempar tanggung jawab antara satu dengan yang lainnya.
Menurut Uba, persoalan menjadi tambah runyam, ketika Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang malah sibuk safari politik untuk mengamankan kursi pada Pilkada 2024 mendatang.
“Jadi memang sedikit sulit, jika sama-sama mengedepankan ego masing-masing, karena hanya ingin maju pada Pilkada 2024,” katanya.
Sehingga terlihat secara jelas dalam penanganan Covid-19 antara Pemprov Kepri dan Pemko Batam ini jalan sendiri-sendiri. Hal itu kata Uba, terlihat sebagaimana dalam penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Batam.
“Seperti kita ketahui bahwa Batam ditetapkan sebagai pintu masuk kepulangan PMI kembali ke Tanah Air,” kata Uba.
Para PMI yang masuk melalui Pelabuhan Feri Internasional Batam Center tersebut, ditampung di Asrama Haji dan rusunawa milik Pemko Batam serta juga milik Badan Pengusahaan (BP) Batam. Sebelum nantinya dipulangkan ke daerah asal.
Hanya saja pihaknya menyayangkan fasilitas khususnya yang ada rusunawa banyak yang tidak memadai. Sehingga menyebabkan, PMI yang seharusnya dikarantina tidak betah dan keluar tanpa ada pengawasan yang ketat.
“Kalau seperti ini kan berarti sudah tidak dibenarkan. Bisa jadi meningkatnya kasus Covid-19 di Batam ini karena PMI tersebut,” katanya.
Maka itu pihaknya berharap baik Gubernur Kepri, Ansar Ahmad maupun Walikota Batam, Muhammad Rudi untuk selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan pribadi. Jangan sampai, karena ego Pilkada 2024 kemudian masyarakat menjadi korban.
“Silahkan mereka beda politik, tapi ketika sudah menyangkut kepentingan masyarakat. Saya berharap utamakan kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Intens Silaturahmi Merebut Hati Masyarakat Kepri
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi merupakan dua tokoh di Kepri yang berpotensi akan bertarung dalam Pilkada Kepri 2024. Keduanya pun mulai tebar pesona, bersaing untuk merebut hati masyarakat Kepri.
Ansar merupakan Gubernur Kepri terpilih pada Pilkada serentak 2022. Ini merupakan periode pertama bagi Ansar, karena itu kesempatan untuk periode kedua pun terbuka lebar bagi kader dari Partai Golkar tersebut.
Sedangkan Rudi, merupakan Wali Kota Batam yang kembali terpilih periode kedua pada Pilkada 2020 lalu. Maka itu tak heran jika Rudi merupakan salah satu ancaman bagi Ansar dalam pencalonan Pilkada berikutnya.
Baik Ansar maupun Rudi, kini sama-sama semakin rutin menjalin silaturahmi dengan masyarakat. Covid-19 seolah tidak menjadi penghalang untuk mengundang banyak masyarakat hadir dalam satu kegiatan.
Tidak hanya itu, saat ini keduanya juga bersaing untuk memimpin beberapa organisasi yang ada di Kepri.
Ansar misalnya, baru saja terpilih sebagai Ketua Organisasi Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Kepri periode 2022-2027.
Terpilihnya Ansar Ahmad sebagai Ketua Orwil ICMI Kepri melalui hasil Musyawarah Wilayah Luar Biasa dan Rapat Kerja Orwil ICMI Kepri yang diselenggarakan di aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Sabtu 12 Februari 2022 di Tanjungpinang.
“Organisasi wilayah ICMI Kepri yang diperkuat oleh Orda ICMI Kabur dan Kota, saya yakini memiliki kapasitas, kapabilitas, serta niat yang luhur, untuk dapat bersama-sama membangun Kepri yang lebih baik,” kata Ansar sebagaimana siaran pers Pemprov Kepri.
Begitu juga dengan Muhammad Rudi, yang sebelumnya juga terpilih sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kepri periode 2021-2016. Sejak terpilih, Rudi pun kini tidak hanya rutin bersilaturahmi dengan pengurus di Batam saja tapi juga semua kabupaten yang ada di Kepri.
Salah satunya misalnya ke Kabupaten Karimun, Rudi hadir langsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) III DMI Kabupaten Karimun. Pihaknya mengajak agar seluruh pengurus untuk memakmurkan masjid.
“Saya tak bisa sendiri, perlu dukungan kita semua. Mari sama-sama memakmurkan masjid,” kata Rudi.
Penulis: Candra Gunawan, Engesti









