Karantina Tanjungpinang Siap Dampingi Ekspor Ayam ke Singapura

ekspor ayam ke singapura
Karantina Pertanian Tanjungpinang memeriksa ayam yang akan diekspor ke Tanjungpinang, Jumat 12 Mei 2023. Foto: ANTARA

TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Pihak Karantina Pertanian Tanjungpinang menyebut siap mendampingi ekspor ayam hidup ke Singapura.

Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Aris Hadiyono mengatakan pihaknya baru saja melakukan pemeriksaan karantina terhadap 23.040 ekor ayam hidup yang dikirim ke Singapura.

Pemeriksaan karantina itu meliputi pemeriksaan administrasi untuk memastikan kelengkapan dokumen persyaratan.

HBRL

Baca Juga: EKSPOR AYAM KE SINGAPURA: Pemerintah Jajaki Bangun Peternakan di Batam

Setelah itu dilakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan untuk memastikan jumlah ayam yang dibawa sesuai dengan yang tertera di dokumen dan dipastikan ayam yang dikirim sehat.

“Sertifikat kesehatan hewan (KH-11) sudah diterbitkan, sehingga ayam itu dapat dikirim ke Singapura,” ujarnya, Selasa 16 Mei 2023.

Ekspor ayam sebanyak 23.040 ekor ini merupakan trial ekspor fase kedua yang dilakukan PT JCI melalui anak usahanya PT CA di Gunung Kijang, Bintan, Provinsi Kepri. Ekspor ayam itu dilakukan lewat Pelabuhan Sri Payung Batu Enam pada Jumat 12 Mei 2023 lalu.

Sebelum trial ekspor fase ke-dua ini berlangsung, Aris mengatakan pemiliknya telah memenuhi persyaratan sertifikat kompartemen bebas Avian Influenza (AI) dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, hasil uji Laboratorium dari Balai Veteriner Bukittinggi untuk Uji Salmonella.

Kemudian hasil uji laboratorium dari Balai Veteriner Wates untuk uji Salmonella enteriditis, serta Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan.

“Produk ayam broiler asal Bintan ini baru pertama kali diekspor,” ungkapnya.

Ayam hidup yang diekspor ke Singapura menggunakan jalur laut dan dikemas dalam kotak keranjang, setiap kotak berisi 12 ekor ayam. Setiap flat open kontainer memuat 340 kotak. Hal ini sesuai dengan permintaan negara tujuan.

Trial ekspor telah dilakukan dua fase, fase pertama dilakukan trial pengiriman ke Batam hasilnya baik, trial ekspor fase kedua pengiriman ke Singapura juga berhasil dengan baik.

“Trial dilakukan untuk memastikan teknik pengiriman ayam dengan kotak keranjang dan flat open container berjalan lancar dengan jumlah ayam per kotak yang ditetapkan jumlahnya,” kata Aris.

Aris mengatakan ekspor ayam broiler ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah sinergi Karantina bersama PKH Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Kepri, Dinas Pertanian Kabupaten Bintan dan instansi terkait lainnya dalam menyukseskan program gerakan tiga kali ekspor atau Gratieks.

Setelah dilakukan dua kali trial ekspor ini, diharapkan ekspor akan berjalan lancar yang akan mulai dilaksanakan pada Juni 2023.

“Karantina Pertanian Tanjungpinang mendukung segala upaya investor untuk kelancaran ekspor dengan pendampingan dan sertifikasi,” ujarnya pula.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait