Batam (gokepri.com) – Cabang olahraga (cabor) Jujitsu Kepri siap bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Sumut-Aceh 2024. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri pun janjikan bonus besar untuk para atlet.
Pada periode PON XX lalu, atlet peraih emas mendapat bonus Rp350 juta dan uang saku bulanan selama empat tahun menjelang periode PON berikutnya. KONI Kepri menjanjikan akan menambah bonus untuk para atlet berprestasi di PON XXI.
Ketua Umum KONI Kepri Usep RS mengatakan targetnya rangking kontingen Kepri harus lebih baik dibandingkan PON perode sebelumnya.
Baca Juga: M Danang Yoga Gunawan, Atlet Jujitsu Batam Juara di Event Dunia
“Untuk cabor yang lolos jauh meningkat dibandingkan PON Papua lalu,” kata Usep, Kamis 25 Januari 2024 di Sekretariat Koni di Batam.
Ia mengatakan targetnya pada PON kali ini adalah meraih emas. KONI pun mulai memanggil pegurus cabor dan pelatih. Ada 29 cabang cabor yang akan dipanggil. Masing-masing cabor diberi waktu memaparkan target perolahan medali dan anggaran pelatihan daerah (pelatda) yang dibutuhkan.
“Sebenarnya, KONI Kepri juga sudah bisa memetakan kekuatan perolehan medali PON XXI nanti berdasarkan hasil Porwil, Pra PON maupun BK PON,” kata Usep.
Dari hasil Porwil, Pra PON atau BK PON, presentasi pengurus cabor serta kajian kita di KONI Kepri, nantinya akan ada pemetaan pembinaan untuk persiapan PON Sumut-Aceh ini. Misal, Cabor yang menargetkan beberapa medali dan hasil Porwil atau Pra PON-nya juga bagus, nanti masuk pada kategori Super Prioritas.
Kategori berikutnya Priorotas dan seterusnya. Jadi, setiap cabor yang lolos PON ini, besarnya anggaran pembinaan tak bisa disamakan.
“Sejauh ini, setidaknya kita bisa menarget sepuluh emas,” kata dia.
Dari 29 cabor di Kepri yang lolos PON XXI ada sebanyak 109 atlet. Jumlah ini meningkat dibandingkan PON XX di Papua yang hanya 14 cabor.
Semua cabor yang lolos PON XXI Sumut-Aceh akan mengikuti Pelatda yang langsung di bawah pengawasan KONI Kepri. Diperkirakan Pelatda dilakukan setelah lebaran. Setelahnya, akan ada Training Centre (TC) yang sifatnya terpusat di satu lokasi. Selain program tersebut, nantinya KONI Kepri juga akan memfasilitasi atlet yang akan mengikuti pertandingan ujicoba.
Ketua Umum Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Provinsi Kepri Rozi Juhendra mengaku optimistis dengan target yang sudah ditetapkan. Cabor Jujitsu merupakan salah satu cabor yang dijadwalkan presentasi pada hari ini.
Kendati KONI Kepri belum menggelar Pelatda, namun Cabor Jujitsu sudah menggelar Pelatda secara mandiri.
“Ini demi tercapainya target 1 emas dan 1 perak dari cabor Jujitsu,” ujar pelatih Jujitsu Sabuk Hitam DAN III Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) ini.
Berdasarkan pengalaman dan prestasi dua atlet Jujitsu Kepri yang lolos, target tersebut bukan hal mustahil untuk dicapai.
“Terakhir, pada Babak Kualifikasi (BK) PON di Bekasi pada 28-29 Oktober 2023, Danang, atlet kita berhasil meraih perak. Yang hebatnya lagi, Danang juga bisa mengalahkan atlet dari DKI yang sudah punya jam terbang tinggi,” kata dia.
Bahkan atlet yang dikalahkan Danang ini pernah memperkuat Timnas Jujitsu Indonesia di ajang multievent. Begitu juga Tomi Riono, atlet Jujitsu Kepri lainnya. Bertanding di kelas Fighting System 77 Kg Putra, Tomi berhasil meraih medali perunggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
***








