Karimun (gokepri.com) – Hujan deras mengguyur Karimun sejak pukul 07.00 WIB pada Sabtu, 25 Juni 2022.
Intensitas hujan yang sangat tinggi menyebabkan sejumlah titik terendam banjir.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari penggiat bencana, titik yang terendam banjir hampir merata di Tanjungbalai seperti Puakang, Teluk Air dan Gang Awang Noor di Kecamatan Meral.
“Ya Allah ya Tuhan, berhentilah hujan ya Allah, sampai segininya Pasar Puakang,” jeritan Upik, salah seorang pedagang Pasar Puakang di media sosial.
Upik juga meminta Bupati Karimun agar melihat langsung penderitaan warga Pauakang saat terjadinya banjir.
“Ya Allah, tengoklah kebanjiran betul kami Ya Allah. Tolonglah Pak Bupati, lihatlah hidup kami, bagaimana Pasar Puakang ni, semua longkang tertutup Pak, bagaimana keadaan Pik ini,” jerit Upik.
Jeritan Upik tersebut disampaikan melalui postingan video yang diambil dari kawasan kios kedai kopinya di kawasan Puakang, Tanjungbalai Karimun.
Dalam video itu terlihat meja dan kursi di kiosnya terendam banjir. Air juga menggenangi bagian dalam dapurnya.
Postingan tersebut kemudian menyebar ke berbagai platform media sosial termasuk ke WAG.

Tentu saja, postingan itu mendapat beragam komentar dari warga Karimun.
“Habis air masuk semua, banjir, banjir semua Pak oiii. Macam mana ni Ya Allah, tengoklah Pasar Puakang ini,” tuturnya.
Dirinya menyebut air sudah seperti sungai dan bukan banjir lagi.
“Kayak sungai air, ini bukan banjir lagi,” katanya.
Sejumlah warga Karimun meminta agar pemerintah, khususnya Dinas PUPR melakukan revitalisasi terkait saluran drainase atau warga Karimun menyebutnya longkang.
“Kepada Dinas PUPR, benahilah longkang, jangan asek nak utamakan proyek kroni-kroni aje,” kata Eko.
Sementara, yang lain meminta agar budaya gotong royong kembali dihidupkan di Bumi Berazam.
“Hidupkanlah kembali budaya gotong royong di negeri ini,” ujar Wien, warga lainnya.
Penulis: Ilfitra








