Investasi Batam Capai Rp121 Triliun dalam Empat Tahun

Dashboard Investasi Batam
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad saat Launching Dasbor Investasi di Batam, Jumat (18/7/2025). Amsakar mencatat ia telah dua kali bertemu Presiden Prabowo Subianto dalam tiga bulan masa jabatannya. GOKEPRI/Engesti Fedro

BATAM (gokepri) – Investasi di Batam mencapai Rp121 triliun dalam empat tahun terakhir, tumbuh rata-rata 27,12 persen. Bukti Batam jadi magnet investasi.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan angka tersebut saat peluncuran Dashboard Investasi dan Duta Investasi, Jumat (18/7/2025). “Ini bukti bahwa Batam terus menjadi magnet investasi, dengan tren pertumbuhan yang sangat baik,” ujar Amsakar.

Amsakar optimistis tren positif ini akan terus berlanjut. Dalam lima tahun ke depan, BP Batam menargetkan total investasi mencapai Rp304,9 triliun, dengan proyeksi pertumbuhan rata-rata 12,71 persen per tahun.

Dari sisi makroekonomi, Batam juga mencatat performa impresif. Setelah sempat tertekan pandemi COVID-19 pada 2020, pertumbuhan ekonomi Batam kembali menguat: 4,75 persen (2021), 6,84 persen (2022), dan 7,04 persen (2023). Neraca perdagangan Batam juga membukukan surplus signifikan sebesar USD 6,82 miliar dalam kurun 2020–2024.

Menyambut implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, BP Batam tengah menyusun Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) serta Peraturan Kepala BP Batam sebagai payung regulasi baru.

Amsakar menyebut adanya perubahan budaya positif di internal BP Batam. Ia menilai seluruh jajaran kini semakin solid dan menunjukkan semangat kerja tinggi. “Saya lihat semua sudah ‘terjangkit’ semangat workaholic. Sama seperti kepala dan wakil kepala BP Batam,” ujarnya.

Ia pun menyerukan optimisme agar Batam berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Jika target RPJMN nasional 8 persen, maka Batam, katanya, harus bisa menyumbang 9,5 persen atau lebih. “Batam juga harus mampu menyerap lebih dari dua juta tenaga kerja,” tegasnya.

Baca Juga: Membuka Gerbang Ekonomi ke Asia Tenggara Lewat QRIS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait