KARIMUN (gokepri.com) — Bupati Karimun Iskandarsyah membuka kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan industri tenun tradisional di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Karimun, Senin 10 Agustus 2026.
Kegiatan itu diyakini sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat lokal.
Rombongan asal Malaysia yang berasal dari Muar, Batu Pahat, Johor Bahru dan Malaka, terdiri atas pensiunan dosen Institut Pendidikan Guru Batu Pahat, para guru, pelaku usaha, karyawan swasta sektor perbankan, serta mahasiswa, turut meramaikan kegiatan itu.
Bupati Iskandarsyah menekankan pentingnya pelestarian tenun tradisional sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya daerah.
Pengembangan industri tenun juga dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan peluang usaha, meningkatkan keterampilan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian lokal.
“Pelestarian tenun tradisional bukan hanya tentang menjaga warisan budaya, tetapi juga bagaimana budaya tersebut dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Iskandarsyah.
Menurutnya, pengembangan industri tenun membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, lembaga adat, dunia pendidikan maupun mitra dari luar daerah dan luar negeri.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan pertukaran pengetahuan antara masyarakat Kabupaten Karimun dengan para peserta dari kawasan Johor dan Malaka, khususnya dalam pengembangan keterampilan, budaya dan usaha berbasis kerajinan tradisional.
Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan industri tenun tradisional di Kabupaten Karimun semakin berkembang, memiliki daya saing, serta mampu menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penulis: Ilfitra









