Industri Galangan Kapal Kekuatan Ekonomi Batam

Galangan kapal di Batam
Fasilitas galangan kapal milik MMA Offshore di Batam. (Foto: MMA Offshore)

BATAM (gokepri.com) – Pemulihan ekonomi global turut menggairahkan perdagangan sektor maritim yang akhirnya membuat lonjakan pekerjaan industri shipyard, termasuk di Batam. Tapi bagi pelaku industri maritim, iklim investasi Batam juga memegang faktor penting mempertahankan industri ini sebagai kekuatan ekonomi dengan penyerapan tenaga kerja.

Berdasarkan data Aliansi Gerakan Kebangkitan Industri Maritim (AGKIM) Batam, tren industri maritim termasuk galangan kapal di Batam mengalami peningkatan hingga 498 persen dalam selama periode April 2021 hingga April 2022.

Penguatan itu juga didukung data perdagangan di sektor maritim dengan peningkatan layanan ship to ship (STS) atau alih muat barang dari kapal ke kapal di Batam yang meroket 757 persen selama Januari hingga September 2022.

HBRL

“Industri galangan kapal setiap tahunnya selalu bertumbuh dan berkembang secara signifikan. Hal ini dipicu dari iklim investasi yang aman dan nyaman sehingga mampu menarik investor dari berbagai negara dan sektor untuk beroperasi di Kota Batam,” ungkap Ketua AGKIM Batam, Osman Hasyim, di bilangan Batam Center, Rabu 16 November 2022.

Osman menilai kontribusi sektor industri maritim khususnya galangan kapal memberikan nilai tambah dalam pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Kepulauan Riau khususnya Kota Batam.

Baca Juga: INDUSTRI GALANGAN KAPAL BATAM: Peluang Bisnis Masih Cerah

Ketua Aliansi Gerakan Kebangkitan Industri Maritim (AGKIM) Osman Hasyim. Foto: istimewa

Walhasil Industri galangan kapal masuk dalam salah satu industri padat modal yang memiliki nilai yang sangat strategis dan berprospek cerah di masa depan.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Ketua National Shipowner Association (INSA) Kota Batam ini juga menuturkan bahwa kemajuan ini tak lepas dari adanya ‘campur tangan’ dari Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi yang melakukan berbagai cara, sehingga memudahkan pengusaha di sektor galangan kapal bisa bekerja dan berkreasi maksimal.

“Di tangan Pak Rudi, BP Batam sudah mulai menunjukkan berbagai perubahan yang sangat luar biasa, khususnya sektor industri galangan kapal. Dan terus terang hal ini membuat kami senang, terutama pasca-terjadinya perubahan Peraturan Kepala BP Batam (Perka,red),” terang Osman.

Dan setelah adanya perubahan Perka ini, tambahnya, dalam waktu dua bulan telah menunjukkan peningkatan secara signifikan. “Dengan adanya peningkatan ini, secara tidak langsung menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan di industri galangan kapal. Artinya, industri ini mampu menyediakan lapangan kerja cukup besar bagi masyarakat di Kota Batam,” tegasnya.

Jadi pemerintah melalui kebijakannya yang progresif dan pro industri diharapkan bisa terus mendukung kemajuan industri ini. Dan ini juga menjadi tolak ukur kemajuan Indonesia di bidang maritim. Dimana Batam merupakan satu wilayah yang sangat strategis di seluruh dunia.

“Kalau negara-negara lain hanya memiliki letak strategis dari satu jalur saja, sementara Batam dari Utara ke Selatan dari timur ke barat. Untuk itu, tren positif ini harus kita jaga dengan baik. Mengingat, industri galangan Kapal masih menjadi salah satu sektor penunjang pertumbuhan ekonomi yang paling ampuh dan gesit,” terangnya.

Prospek Cerah

Industri galangan kapal di Batam optimistis prospek bisnisnya cerah melihat meningkatnya kebutuhan armada kapal. Ketua Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA) Suri Teo mengungkapkan geliat sektor pertambangan mendorong peningkatan kebutuhan armada kapal yang diproduksi industri galangan kapal.

Ia melihat meningkatnya produksi dan permintaan bahan mineral dalam negeri seperti nikel, bauksit dan batu bara. Peningkatan produksi termasuk pembangunan smelter yang menyediakan peluang besar bagi sektor industri galangan kapal yang memproduksi kapal dan perawatan.

“Kita melihat dengan adanya smelter nikel di Kendari, Sumatera Utara dan juga smelter di Kepri di Bintan sehingga kebutuhan armada kapal meningkat,” ungkap Suri Teo di sela-sela pameran Indonesia Marine & Offshore Expo 2022 di Radisson Golf and Convention Center, Rabu 3 Agustus 2022. “(Prospek) ke depannya sangat positif.”

Sementara itu, berdasarkan data Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), jenis lapal yang paling banyak diminta adalah kapal tunda dan tongkang yang biasa mengangkut hasil tambang.

Sekjen Iperindo Hilman Risan, mengungkapkan lonjakan permintaan komoditas seperti baru bara, nikel, alumunium dan minyak sawit mentah, membuat jumlah pesanan produksi kapal barang melejit hingga dua kali lipat.

Ia menyebut mayoritas kapal pengangkut komoditas diproduksi oleh galangan kapal yang berada di Batam dan Samarinda. Jumlah permintaan yang tinggi membuat jadwal produksi dan perawatan kapal (docking) di Batam dan Samarinda habis dipesan hingga dua tahun ke depan. “Jika satu galangan bisa menangani 10 kapal per tahun, mereka menjadwalkan kegiatan hingga tahun depan karena sudah fully-booked,” ujar Hilman, dikutip dari Koran Tempo, 13 Oktober 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait