Indonesia Belum Jadi Tuan Rumah Produk Domestik Industri Halal

Fesyar Sumatera 2024
Seremoni pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Sumatera 2024 di Grand Ballroom Marriott Hotel, Kota Batam, Senin (27/5/2024). Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Batam (gokepri) – Di tengah geliat ekonomi syariah global, Indonesia masih tertinggal dalam memanfaatkan peluang besar di industri halal. Indonesia masih menjadi target pasar global dengan nilai impor produk halal yang lebih besar daripada ekspor, faktanya ekspor produk halal justru dikuasai oleh negara lain.

Hal ini terungkap dalam Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Sumatera 2024 yang digelar di Batam, 26 Mei – 2 Juni 2024. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni P Joewono membeberkan meski menjadi pasar global produk halal dengan nilai impor yang lebih besar, ekspor produk halal justru dikuasai negara lain seperti India, Amerika Serikat, dan Korea. Padahal Indonesia menempati posisi ketiga dalam indikator ekonomi syariah global berdasarkan data State of the Global Islamic Economy (SGIE).

Baca Juga: 

“Perputaran produk halal mencapai USD1,4 triliun, dan Indonesia menempati posisi kedua tren konsumsi produk industri halal,” ungkap Doni.

Kondisi ini mendorong Doni untuk menyuarakan pentingnya kolaborasi banyak pihak dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. Melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha, pemangku kebijakan, dan masyarakat luas, menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi besar ini.

Lebih lanjut, Doni menyoroti ketergantungan pada keuangan syariah yang masih terpusat pada perbankan syariah. Ia mendorong peningkatan literasi dan kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan syariah agar perbankan syariah dapat menjalankan fungsinya secara optimal.

“Saya sangat menghargai komitmen Bapak Gubernur dalam mendorong koperasi pondok pesantren untuk memajukan ekonomi syariah,” kata Doni, mengapresiasi langkah Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad.

Penguatan ekosistem produk halal di Indonesia juga menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi, menurut Doni.

Berkaitan dengan upaya mendorong ekonomi syariah, Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau melibatkan 112 UMKM unggulan dalam Fesyar Sumatera 2024. Acara yang berlangsung di Batam ini menjadi bagian dari Road to ISEF ke-11 yang akan digelar pada Oktober 2024 mendatang.

Ads bp batam 2026 baru

Beragam kegiatan bernuansa syariah mewarnai perhelatan ini, di antaranya Fashion Show Road to IN2MF, Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC), Lomba Pondok Pesantren Unggulan berdasarkan unit usaha syariah, dan Lomba Wirausaha Muda Syariah. Sharia Fair yang menampilkan produk UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-Sumatera turut memeriahkan rangkaian acara.

Kepala BI Kepri Suryono menjelaskan 112 UMKM unggulan ini merupakan binaan dari 13 kantor perwakilan BI di regional Sumatera.

“Ada 112 UMKM unggulan yang hadir dalam acara ini, dari 13 kantor perwakilan yang ada di Sumatera,” ujar Suryono.

Suryono menyampaikan tema FESyar Sumatera 2024 adalah sinergi untuk memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi syariah Sumatera.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi dan komitmen Pemerintah Daerah Kepri untuk terus mendorong penguatan ekonomi syariah nasional.

Berbagai inisiatif telah dilakukan, di antaranya pemberian subsidi margin untuk pembiayaan UMKM, pelatihan dan dukungan alat sterilisasi makanan IKM halal, pendampingan melalui klinik kemasan, program sertifikasi halal.

Serta inkubasi usaha syariah melalui program kemandirian pesantren yang dibentuk melalui Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) sebagai wadah kolaborasi ekonomi antar pondok pesantren di Kepri.

Fesyar Sumatera 2024 diharapkan dapat menjadi wadah bagi UMKM syariah untuk meningkatkan kapasitas dan menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus mendorong sinergi antar pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.

Di tengah potensi besar industri halal, ironi ketertinggalan Indonesia menjadi tamparan keras. Kolaborasi, literasi, dan penguatan ekosistem menjadi kunci untuk membuka gerbang kemajuan dan menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dan tuan rumah bagi produk domestik, bukan hanya pasar, di industri halal global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait