Hujan Awet di Awal Tahun: Penerbangan Ditunda, Listrik Pemadaman Darurat

hujan tanjungpinang
Hujan lebat sejak 1 Januari 2020 hingga sekarang menyebabkan travo listrik di sejumlah kawasan digenangi air. (foto: istimewa)

Tanjungpinang (gokepri.com) – Hujan yang awet dan deras di Kepri sudah membuat banjir dan bencana di mana-mana. Di Tanjungpinang dan Batam, pesawat tak bisa terbang. Listrik juga dipadamkan darurat karena cuaca ekstrem.

“Penerbangan ke Batam dan dari Jakarta delay (tertunda),” kata General Manager Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang Bravian.

Menurut dia, penundaan berdampak pada penerbangan pesawat Wings Air dari Tanjungpinang ke Batam yang dijadwalkan pukul 08.15 WIB serta pesawat Lion Air dari Jakarta yang dijadwalkan mendarat di Tanjungpinang pukul 10.15 WIB.

HBRL

“Penundaan penerbangan dilakukan sampai kondisi cuaca membaik,” kata Bravian.

“Penundaan penerbangan ditujukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan penumpang,” ia menambahkan.

Bravian meminta maskapai penerbangan waspada. “Setiap pesawat yang akan terbang harus memiliki informasi cuaca sehingga komunikasi harus terus berjalan. Jika jarak pandang pendek, penerbangan harus ditunda,” katanya.

Setali tiga uang dengan Batam. Plt Kepala BUBU Hang Nadim Batam, Benny Syahroni mencatat ada empat penerbangan yang ditunda sejak Jumat (1/1/2021).

“Akibat hujan terus menerus,” ujar Benny, Sabtu (2/1/2021).

Di Batam, sejumlah kawasan pesisir diterjang ombak seperti di Tanjunguma, Batumerah dan Nongsa. Sejumlah ruas jalan perumahan juga terendam banjir. Di Perumahan Maya Villa, Tiban, terjadi longsor pada Sabtu (2/1/2021) tapi dikabarkan tidak ada korban dan rumah yang runtuh.

Pemadaman Darurat

Sementara itu, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kota Tanjungpinang terpaksa melakukan pemadaman darurat di sejumlah kawasan.

Manajer Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PT PLN (Persero) Tanjungpinang Suharno mengatakan, hujan lebat dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah kawasan terendam air.

Bahkan tinggi genangan air tersebut menutupi travo listrik di sejumlah kawasan sehingga dilakukan pemadaman listrik darurat.

“Genangan air sudah mencapai paha orang dewasa, mencapai travo listrik sehingga berbahaya jika listrik tidak dipadamkan,” ujarnya.

Lokasi yang dipadamkan mulai 2 Januari 2020 yakni Jalan Dompak dan sekitarnya, Jalan Nusantara KM 13 dan sekitarnya, Jalan Merpati dekat Lanudal, Jalan Kepodang, Jalan Hang Hadiri, Jalan Sayang, serta Jalan Irian Jaya dan sekitarnya.

“Pemadaman dilakukan sampai kondisi aman,” ujarnya.

Di kawasan Kijang, Kabupaten Bintan, yang berada dalam satu daratan dengan Tanjungpinang, tiang listrik juga tumbang akibat angin kencang. Saat ini pihak PLN masih menunggu peralatan untuk mengevakuasi tiang listrik tersebut.

Di Tanjunguban, Bintan, warga melaporkan terjadi banjir di Pasar Baru. Banjir sudah mencapai setinggi pinggang orang dewasa.

“Kami imbau masyarakat untuk menginformasikan kepada kami kawasan yang terendam air untuk segera dilakukan tindakan agar listrik tidak membahayakan keselamatan warga,” ucapnya.

(can/ant)

|Baca Juga: 

 

Pos terkait