Batam (gokepri.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan mengunjungi Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pada hari ini, Rabu (19/5/2021). Salah satu agendanya adalah meninjau proses vaksinasi Covid-19.
“Beliau (Presiden) akan datang, salah satu agendanya adalah melihat proses vaksinasi di Batam. Akan kita coba sampaikan langsung mengenai keluhan vaksin ini,” kata Wali Kota yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, kemarin.
Keluhan itu terkait lambannya proses vaksinasi di Batam. Di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Batam, proses vaksinasi baru menjangkau eselon II.
Sementara itu menjelang kehadiran Presiden Jokowi ke Batam, Rudi mengaku sudah melakukan berbagai persiapan. Di antaranya sterilisasi lingkungan Pemko dan BP Batam serta penyiapan lokasi vaksinasi.
Proses vaksinasi Covid-19 akan digelar serentak di 16 titik di Kota Batam. Terdiri dari 15 titik untuk warga usia di atas 50 tahun atau lanjut usia (lansia) dan 1 titik bagi pekerja dan pelayan publik. Semua titik vaksinasi itu akan disambungkan melalui virtual dengan Presiden untuk menyapa para peserta vaksinasi.
Ke-15 titik vaksinasi untuk lansia tersebut adalah Mal Botania 2, Sekolah Yos Sudarso, Fasum Senjulung Nongsa, dan Kampung Panglong Nongsa. Kemudian Lapangan Usman Harun Sungai Pancur Seibeduk dan parkiran BTC Bidaayu.
Selanjutnya Yayasan Budha Tzu Chi Batu Selicin Lubukbaja, Kantor Lurah Tanjunguncang, SMK 1 Batam, Puskesmas Seilangkai, dan SMA 5 Batam. Kemudian Puskesmas Mentarau, GOR Raja Ja’far Sekupang, Puskesmas Tanjungsekuang, dan Litech Bengkong.
Sementara satu titik bagi pekerja dan pelayanan publik dipusatkan di Hotel Harmoni One. Di masing-masing lokasi bagi lansia, ditargetkan mevaksinasi sebanyak 200 orang dan bagi pekerja serta pelayan publik targetnya 3.000 orang.
Wali kota menginstruksikan masing-masing Camat menyiapkan lokasi vaksinasi. Mulai dari tenda, sound system, meja pemeriksaan, dan pengaturan sirkulasi keluar masuk sesuai protokol kesehatan. Begitu juga dengan tenaga vaksinator, vaksin, input data lansia, serta peralatan medis yang diperlukan, termasuk antisipasi KIPI.
Semua petugas dan peserta vaksinasi juga harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan mengantisipasi terjadinya kerumunan. Wajib memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas atau 5M. Hal itu dinilai penting untuk mengantisipasi risiko penularan Covid-19.
Untuk mencapai target peserta vaksinasi, para lurah sudah mengimbau warga berusia di atas 50 tahun untuk ikut vaksinasi. Sebab sertifikat vaksin yang diperoleh lansia, akan menjadi syarat tambahan untuk data penerimaan bantuan sosial (bansos). (zak)








