Harga Cabai di Karimun Bertambah Pedas

Pedagang cabe di Pasar Puan Maimun.

Karimun (gokepri.com) – Harga cabai yang dijual di sejumlah pasar tradisional Tanjungbalai Karimun makin bertambah pedas.

Jika sebelumnya, satu kilogram cabai merah dijual dengan harga Rp100 ribu. Namun, hari ini harganya justru semakin naik.

Hamzah, salah seorang pedagang cabai di Pasar Bukit Tembak, Meral mengatakan, untuk modal satu kilogram cabai merah dia harus membeli dengan harga Rp105 ribu.

“Untuk cabai meral, modal kami saja sudah mencapai 105 ribu rupiah per satu kilogram. Berapa lagi kami harus menjual jika modalnya sudah segitu,” ungkap Hamzah.

Dikatakan, saat ini pedagang masih menunggu pasokan cabai dari Medan.

Informasinya, harga jual cabai dari Medan mencapai Rp110 per kilogram.

“Jika dari Medan saja pedagang menjual cabai dengan harga 110 ribu per kilogram, bisa dibayangkan berapa harga cabai yang harus dijual di Karimun. Kan bisa dihitung berapa banyak cost yang harus dikeluarkan,” sebutnya.

Dirinya menyebut, pasokan cabai selama ini banyak didatangkan dari Jawa, Sumbar ataupun Medan.

Namun, karena mahalnya harga cabai yang hampir merata di seluruh Indonesia, maka pasokan cabai dari Jawa dihentikan dulu, mengingat cost untuk mendatangkan cabai dari Jawa jauh lebih besar ketimbang dari Sumatera.

Hamzah mengakui, selama naiknya harga cabai saat ini, penjualannya sebagai pedagang jauh menurun drastis.

Jika dalam kondisi normal, Hamzah mengaku bisa menjual cabai sebanyak 35 kilogram dalam satu hari, namun untuk saat ini dia mengaku hanya mampu menjual 7-8 kilogram.

“Penjualan jauh merosot, jika sebelumnya kami menjual 35 kilogram sehari sekarang paling banyak hanya 7 sampai 8 kilo saja,” tuturnya.

Hamzah meminta perhatian pemerintah daerah untuk segera mengambil kebijakan untuk mengatasi masalah harga cabai.

“Di sinilah peranan pemerintah dalam mengatasi gejolak harga,” pungkasnya.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait