Harga Beras Naik, Presiden Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Jangan Anggap Remeh

Harga beras
Pekerja memindahkan beras di Gudang Bulog Padang (11/4/2021). (Foto: Iggoy el Fitra / ANTARA FOTO)

BATAM (gokepri) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan kepala daerah di Indonesia untuk mewaspadai kenaikan harga beras, yang dapat mempengaruhi inflasi secara signifikan.

Pada Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) pada Kamis (23/02/2023), Jokowi mengingatkan bahwa hampir 50 persen inflasi pada bulan lalu dipengaruhi oleh harga beras.

“Hati-hati mengenai hal ini jangan dianggap remeh karena kejadian di negara lain sudah sangat parah, hati hati,“ ungkap Presiden. Bila membandingkan dengan negara lain, lanjutnya, Indonesia masih dalam kondisi aman untuk urusan pangan. Jokowi menekankan perlu terus memantau kondisi pangan, terutama ketersediaan beras di berbagai daerah. Menurut data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN), harga beras secara umum telah naik dari Rp12.650 per kilogram (kg) menjadi Rp13.200 per kg atau naik Rp550/kg pada tahun 2023 hingga hari ini.

HBRL

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Inflasi pada Januari 2023 terjadi karena adanya kenaikan harga, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, di mana komoditas beras memiliki peran dominan memberikan andil/sumbangan inflasi tahunan sebesar 5,82 persen. Dalam kelompok ini, komoditas beras memiliki peran yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi tahunan, yaitu sebesar 0,24 persen.

Jokowi juga menekankan kepada gubernur untuk memastikan kebutuhan beras di setiap daerah tercukupi. Daerah yang menjadi produsen, seperti Jawa Timur, harus dapat mengirimkan beras ke wilayah defisit untuk menghindari kekurangan pasokan dan peningkatan harga yang lebih tinggi.

“Jangan nanti kejadian barangnya tidak ada karena produksi tidak kami kontrol baru semuanya teriak dan tidak mudah sekarang ini impor beras dari negara lain,” jelasnya. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp104,2 triliun untuk ketahanan pangan pada tahun 2023. Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap bahwa alokasi anggaran ini dapat menangani masalah utama, terutama mengenai harga beras yang diharapkan dapat stabil.

Jokowi mengingatkan bahwa di negara lain, sulit untuk mencari beras bahkan dari negara produsen saat melakukan impor pada akhir 2022 lalu. Oleh karena itu, semua pihak harus berjaga-jaga dan memastikan produksi beras di Indonesia terkontrol dengan baik untuk menghindari kekurangan pasokan dan kenaikan harga yang lebih tinggi.

“Kami saja mau impor 500 [ribu ton] saja cari ke negara yang biasanya stok menumpuk mereka nggak mau keluarin. Mereka ingin jaga-jaga karena mereka tahu tahun ini akan ada el nino, ini yang harus kita mengerti dan semua harus berjaga-jaga,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga: Batam Paceklik Beras, Impor Mulai Dipertimbangkan

Penulis: Candra Gunawan

Pos terkait